• Berita Terkini

    Kamis, 21 Januari 2021

    Terapi Plasma Darah Konvalesen Masih Dirapatkan


    KEBUMEN(kebumenekspres.com)-Publik kini tengah ramai membicarakan terapi donor plasma darah konvalesen. Terapi tersebut menjadi salah satu metode penyembuhan pasien Covid-19. Metode terapi plasma darah menjadi salah satu upaya untuk membantu pasien yang tengah berjuang melawan Covid-19.




      Lantas apa sebenranya terapi donor plasma darah konvalesen. Dari beberapa sumber menyebutkan plasma darah dari penyintas Covid-19, teryata bisa membantu pasien yang terinfeksi virus corona untuk sembuh.


    Sesuai namanya, terapi tersebut dilakukan dengan memberikan plasma. Yakni bagian dari darah yang mengandung antibodi orang-orang yang telah sembuh dari Covid-19. Para penyintas Covid-19 ini bisa menjadi donor plasma konvalesen dengan menjalani sejumlah pemeriksaan dan memenuhi persyaratan.

    Direktur RSDS Dr Soedirman Kebumen dr Widodo Suprihantoro MM saat dikonfirmasi menyampaikan terkait dengan hal tersebut yakni terapi donor plasma darah konvalesen, sedang dalam pembahasan rapat. “Barusan dirapatkan,” tuturnya, Rabu (20/1/2021).


    Saat disinggung mengenai apakan hal tersebut telah dilakukan di Kebumen, dr Widodo mengatakan sudah ada sejak kemarin. Kendati demikian hal tersebut memang baru dirapatkan dan akan dirapatkan lagi. Tadi baru dirapatkan lagi, besok rapat dengan Kadinkes di Dinkes dan dengan PMI,” katanya.


    Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dr H A Dwi Budi Satrio MKes mengatakan kemarin RSDS sudah mulai melaksanakan therapi Plasma Konvalesen kepada pasien yang di ICU. Pihaknya mengaku senang sekali Kebumen kini sudah melangkah ke therapi yang lebih dari yang sudah. “Prinsip kami senang sekali bahwa di Kebumen sudah melangkah ke therapi yang lebih dari yang sudah dilaksanakan selama ini,” katanya.  


    Diakuinya, memang masih banyak kendala. Tetapi ini harus segera dimulai karena  jumlah kematian karena Covid-19 terus naik, bahkan kini mencapai 194 kasus (Case Death Rate 3.7%). Adapun kendalanya salah satunya yakni pendonor yang memenuhi kriteria. “kendala kita, donor yang memenuhi kriteria, Jarak (tranportasi pendonor dan plasma) serta biaya,” terangnya.


    Dijelaskannya, sebenarnya kriteria bagi pendonor hampir sama dengan donor darah biasa. Yang membedakan yakni terdiagnosis Covid-19, sebelumnya dengan real time PCR dan sudah sembuh.


    Adapun terkait permasalahan jarak, yakni PMI terdekat yang sudah bisa memproduksi Plasma dengan alat apheresis baru PMI Cabang Banyumas dan Solo.  Sebetulnya bisa juga dengan pengambilan plasma menggunakan cara konvensional. "Barangkali ke depan PMI Kebumen bisa memproduksi plasma untuk penderita COvid-19. Sebenarnya ada RS Swasta yang siap membeli alat Apheresis, tetapi disisi lain kesiapan SDM dan ijin PMI belum didapat,” ucapnya. (mam)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top