• Berita Terkini

    Jumat, 08 Januari 2021

    Kolektabilitas BPJS 2020 Naik 80 Persen


    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Berdasarkan laporan akhir tahun 2020, BPJS Kesehatan Cabang Kebumen mengalami catatan yang cukup baik. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah kolektabilitas peserta BPJS yang mau membayar iuran setiap bulannya.


    Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen Wahyu Giyanto mengungkapkan, di tahun 2020 setidaknya jumlah peserta BPJS Kesehatan yang membayar iuran premi tiap bulan, naik sebesar 80 persen. Kondisi ini lebih bagus dari capaian rata-rata nasional.


    “Masyarakat di Kebumen sudah 80 persen yang sudah mau membayar iuran tiap bulannya, tersisa hanya 20 persen yang belum. Dan ini akan terus kita upayakan,” ujat Wahyu saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (7/1/2021).


    Wahyu melihat masyarakat Kebumen sudah pada patuh untuk membayar iuran. Bahkan kondisi ini lebih bagus daripada tahun sebelum 2019 yang hanya 75 persen. Ia mengaku tidak begitu paham mengapa tahun ini jumlah iuran yang dibayarkan naik, padahal 2020 Indonesia dihantam pandemi.


    Sedangkan fakta di lapangan kondisi ekonomi masyarakat kini tengah terpuruk karena hantaman virus corona. Bisa jadi kata Wahyu, naiknya jumlah iuran BPJS Kesehatan dibarengi dengan sikap kepatuhan dari masyarakat agar aktif terlindungi jaminan kesehatannya.


    “Kelihatannya kalau pandemi orang malah berjaga-jaga dapat asuransi. Karena rasa khawatir sewaktu-waktu bisa sakit, sehingga perlu ada kesiapan asuransi,” jelasnya.


    Meski begitu, Wahyu berharap ada atau tidaknya pandemi corona, iuran BPJS Kesehatan tetap harus dibayar tiap bulannya. Karena hidup sehat menjadi kebutuhan setiap orang. Dan membayar iuran adalah bagian dari ikhtiar untuk bisa menjadikan hidup sehat.


    “Kami juga mengharapkan masyarakat-masyarakat yang mampu yang masih terdaftar di Penerima Bantuan Iuran (PBI) mendaftarkan diri sebagai Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), sehingga kuotanya PBI diisi oleh orang-orang yang benar miskin,” tuturnya.


    “Kemudian untuk para pengusaha yang belum 100 persen mendaftarkan karyawannya dalam BPJS Kesehatan diharapkan segera mendaftar, sehingga kita bisa bisa bersinergi agar semua masyarakat Kebumen bisa tergabung dalam JKN,” tambahnya.


    Wahyu menyayangkan jika ada masyarakat yang mampu tapi masih terdaftar di PBI. Padahal PBI ini adalah jaminan kesehatan khusus untuk orang miskin karena disubsidi atau dibantu pemerintah. Di Kebumen sendiri 60 persen masyarakatnya masuk PBI.


    Sisanya 10 persen adalah peserta jaminan kesehatan yang dibiayai pemerintah daerah, dan selebihnya adalah mereka yang tergabung dalam BPJS Kesehatan. (fur)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top