• Berita Terkini

    Minggu, 08 November 2020

    HCPSN Dipusatkan di Pantai Laguna Mirit


    KEBUMEN(kebumenekspres.com)-Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) yang dilaksanakan setiap 5 November. Hal tersebut merupakan momen untuk membangun kesadaran dan membentuk kecintaan terhadap puspa dan satwa Indonesia. 

    Momen tersebut terus dikampanyekan kepada masyarakat agar ikut serta menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia. Di Kabupaten Kebumen, Peringatan HCPSN 2020 dilaksanakan, Jum'at (6/11), berlokasi di Laguna Pantai Lembupurwo Kecamatan Mirit.


    Kali ini Peringatan HCPSN mengusung tema "Puspa dan Satwa Harapan untuk Ketahanan Pangan dan Kesehatan". Tujuannya yakni mengingatkan akan pentingnya puspa dan satwa Indonesia. Terutama yang berada disekitar lingkungan terdekat.  “Puspa dan satwa sebagai sumber ketahanan pangan. Ini demi terwujudnya pembangunan berkelanjutan, di tengah Pandemi Covid-19" tutur Kepala Dinas Perkim LH Edi Rianto pada acara Peringatan HCPSN 2020.


    Ditegaskannya, adanya Pandemi Covid-19 Pemerintah Kebumen terus melakukan langkah-langkah extra ordinary. Ini tidak hanya ditujukan untuk memulihkan kesehatan melainkan juga untuk memulihkan perekonomian masyarakat. Sebab Pandemi Covid-19 bukan hanya menimbulkan persoalan kesehatan saja, melainkan juga berdampak nyata pada perekonomian. “Dalam rangkaian HCPSN Tahun 2020, dilakukan penanaman 10.000 bibit tanaman mangrove di Pantai Laguna Lembupurwo,” katanya.


    Selain memiliki sumber biota perairan untuk kegiatan perikanan, mangrove juga sangat penting dari sisi ekologi. Ini lantaran menyerap karbon dioksida. Hal ini penting juga untuk strategi pengendalian perubahan ikilm. Tidak hanya itu, mangrove juga berfungsi sebagai barrier ketika ada tsunami dan penghambat abrasi pantai. Hal ini sudah terbukti, ketika ada Tsunami, pantai yang mangrovenya bagus, kerusakannya sedikit.


    Dalam acara tersebut,  juga dilakukan acara bersih-bersih pantai serta evaluasi terhadap tingkat pertumbuhan mangrove yang ditanam pada tahun sebelumnya, yaitu 30.000 bibit tanaman mangrove dengan keberhasilan mencapai 95 persen.  Sekaligus dilaksanakan pula pemantauan populasi kuntul putih dan area penetasan telur penyu.

    "Tadi banyak kuntul putih (blekok) yang beterbangan di area mangrove. Ini menandakan ekosistem mangrove dapat menjaga keseimbangan kehidupan. Untuk itu kita harus melestarikannya dan menjaganya dari kepunahan" ucapnya. (mam)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top