• Berita Terkini

    Kamis, 23 Juli 2020

    Pupuk Menghilang di Kebumen, Ada Indikasi Dijual ke Luar Daerah

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Petani Kebumen tampaknya harus mengalami kendala bertubi-tubi untuk menyelamatkan tanaman padinya. Bagaimana tidak setelah sebelumnya hasil panen tidak bisa maksimal di MT 1, pada MT 2 dini juga sempat terkendala masalah air. Persoalan tidak hanya sampai disitu saja. Kini petani menghadapi kelangkaan pupuk.

    Pupuk subsidi sudah hampir tidak ada di pasaran. Bahkan di beberapa kecamatan yang sama sekali tidak ada pupuk. Kondisi semakin rumit, sebab jika sampai terlambat dalam pemupukan, tanaman padi tidak akan berbuah secara maksimal. Efeknya tentu pada penurunan hasil panen.

    Resahnya warga tani membuat Anggota DPRD bertindak cepat. Dilaksanakanlah rapat gabungan antara Komis A dan Komisi B. Rapat juga mengundang dari pihak Eksekutif  yakni Dinas Disperindag, Dinas Distapang dan Asisten II Kebumen.  Rapat dipimpin oleh Anggota DPRD Kebumen Tatag Sajoko. Rapat dilaksanakan di Ruang Paripurna DPRD Kebumen, Kamis (23/7/2020).

    Dalam rapat tersebut Tatag menegaskan, pada MT 1 panen tidak maksimal alhasil pendapatan petani menurun. Selain itu terjadi pandemi corona ini membuat masyarakat kesulitan mencari ekonomi. Persoalan selanjutnya, petani kesulitan mendapatkan air. Bahkan sampai sempat ada himbauan untuk menanam palawija. “Persoalan air akhirnya dapat diselesaiakan dengan baik. Kini terjadi persoalan lain yakni pupuk. Jika kondisi dibiarkan tentu akan sangat berbahaya. Terlebih sebentar tahun ini adalah tahun politik dimana Kebumen mempunyai hajat besar yakni Pilkada,” tegasnya.

    Politisi dari PDI Perjuangan ini juga menegaskan, apapun yang terjadi, Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) harus menyediakan atau mengadakan pupuk untuk petani. Selain itu pestisida juga penting untuk mengantisipasi adanya serangan hama wereng. Seandainya jatah pupuk subsidi memang dikurangi, harusnya tetap ada meskipun jumlahnya juga berkurang. Lah ini dipasaran sama sekali tidak ada. “Untuk itu harus ada pupuk pada bulan ini untuk para petani. Ini sangat mendesak mengingat umur tanaman padi sudah waktunya untuk di pupuk,” katanya.

    Terdapat ungkapan yang sangat mengejutkan dalam rapat tersebut. Dimana ada dugaan jika pupuk di Kebumen  dijual keluar daerah. Padahal di Kebumen sendiri kini sedang terjadi kelangkaan pupuk. Cerita adanya fenomena tersebut disampaikan oleh  Anggota DPRD Kebumen H Tongat. “Adanya cerita tersebut juga membuat saya geram. Selain melanggar, ko tega-teganya demi mendapatkan keutungan pupuk sampai dijual keluar daerah. Padahal disini petani sedang menjerit,” keluhnya.

    Sepenggal cerita tersebut ditanggapi sangat serius oleh Tatag Sajoko. Menurutnya, ini bukan persoalan main-main. Rakyat sedang menjerit, namun justru kondisi tersebut dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mencari keuntungan diatas penderitaan orang lain.

    Tk butuh waktu lama, demi memperjuangkan petani, Tatag pun segera memutuskan untuk mencari kebanaran atas informasi tersebut. Ini dilakukan dengan langsung mendatangi salah satu distributor pupuk. “Saat ini juga kita harus menemui, salah satu penjual pupuk. Ini demi mencari kebenaran akan adanya informasi tersebut,” katanya.

    Sesaat kemudian rombongan rapat baik dari Eksekutif maupun Legislatif mendatangi pun bergerak menuju rumah salah satu distributor pupuk di wilayah Gombong yakni Pengusaha Guntoro. Tujuannya yakni untuk mencari kejelaskan akan informasi tersebut.

    Dalam pertemuan itu Guntoro mengatakan tidak tahu persis akan hal tersebut. Hal yang sama juga disampaikan oleh anaknya yang mengurus usaha distributor pupuk. Kendati mengaku tidak tahu persis, namun pihaknya mengamini jika ada rumor terkait pupuk yang dijual ke kabupaten lain. “Kalau desas-desusnya saya sempat mendengar, namun pastinya saya tidak tahu. Katanya dibawa menggunakan truk ke arah  Barat,” terangnya.

    Tatag menyampaikan kini jelas semuanya jika dugaan tersebut memang ada. Namun yang terpenting saat ini yakni ketersediaan pupuk untuk para petani. Sehingga petani dapat menyelamatkan tanamanya. Persoalan selanjutnya tentu juga akan diselesaikan secara bertahap. “Kami akan menyelesaikan persoalan tersebut secara bertahap. Bahkan adanya dugaan pupuk dijual keluar Kebumen. Namun yang paling penting saat ini yakni petani harus mendapatkan pupuk secepatnya,” ucapnya.  (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top