• Berita Terkini

    Jumat, 26 Juni 2020

    Soal Pemangkasan ASN, Sekda Kebumen Minta Anak Buahnya Tetap Produktif

    KEBUMEN(kebumenekspres.com)- Sekda Kebumen H Ahmad Ujang Sugiono menegaskan agar ASN harus tetap produktif dimasa Pandemi Covid-19 ini. Hal ini tentunya harus dilaksanakan mengunakan protokol kesehatan. Pandemi Covid-19 bukan menjadi alasan bagi ASN untuk bekerja tidak produktif.

    Selain itu H Ahmad Ujang juga sependapat bagi ASN yang melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya. Ini disampaikan saat diminta menanggapi statement Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo yang memang berencana memangkas jumlah ASN, terutama mereka yang tidak produktif.

    “Menurut hemat saya adanya pandemi Covid 19 bukan alasan bagi ASN untuk bekerja tidak produktif. Dimasa Pandemi Covid 19 ini, ASN tetap harus produktif dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Terhadap ASN yang melakukan pelanggaran saya sependapat untuk dikenai sanksi sesuai pelanggaran yang dilakukan,” tuturnya, Rabu (24/6/2020).

    Dari berbagai sumber menyebutkan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo berencana memangkas jumlah ASN. Ini terutama bagi mereka yang tidak produktif.  Pihaknya juga menyampaikan perlu strategi untuk mengurangi yang tidak produktif ini secara bermartabat.

    Disampaikan pula, banyaknya ASN yang tidak produktif dapat dilihat selama masa bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) selama pandemi Covid-19. Beberapa diantaranya tidak dapat menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya.

    Dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, terdapat beberapa pasal yang mengatur mengenai pemberhentian pegawai negeri sipil ( PNS).  PNS yang penilaian kinerjanya tidak mencapai target kinerja dikenakan sanksi administrasi sampai dengan pemberhentian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yakni pada Pasal 77 ayat 6.

    Selain itu, aturan pemberhentian ASN juga terdapat pada Pasal 87  ayat 1. Ini disebutkan PNS dapat diberhentikan dengan hormat karena meninggal dunia, atas permintaan sendiri, mencapai batas usia pensiun, perampingan organisasi atau kebijakan pemerintah yang mengakibatkan pensiun dini, atau tidak cakap jasmani dan/atau rohani sehingga tidak dapat menjalankan tugas dan kewajiban.

    Sedangkan pada ayat 2 menyatakan PNS dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak diberhentikan karena dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan hukuman pidana penjara paling singkat 2 tahun dan pidana yang dilakukan tidak berencana.  (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top