• Berita Terkini

    Selasa, 02 Juni 2020

    Sedihnya Petani Kebumen, Harga Cabai Terjun Bebas

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Di tengah Pandemi Corona kondisi perekonomian kian sulit. Panen yang seharusnya menjadi sandaran bagi petani untuk memenuhi kebutuhan hidup, ternyata  juga membuat gigit jari. Pasalnya meski hasilnya bagus, namun harganya tidak menguntungkan.

    Inilah yang dialami oleh para petani cabai di Kecamatan Buluspesantren. Panen raya di tengah Pandemi Covid-19, tentunya cukup menggembirakan. Namun hal kegembiraan tersebut tidak berlangsung lama, petani cabai, harus menerima kenyataan jika harga jual cabai merosot tajam.

    Anjloknya harga jual cabai dari petani disebabkan sejumlah aspek. Selain kondisi pandemi yang membuat turunnya daya beli masyarakat, hasil panen juga berbarengan dengan daerah lain. Harga jual dari petani hanya Rp 4 hingga Rp 8 ribu perkilogramnya.

    Slamet (40) seorang petani cabai warga Desa Setrojenar Kecamatan Buluspesantren menyampaikan harga jual cabai pada Hari Raya Idul Fitri biasanya melambung tinggi. Namun kini berbeda dari tahun sebelum-sebalumnya, dimana sejak awal puasa harga cabai hanya mencapai Rp 10 ribu. Bahkan hingga saat ini seminggu setelah Lebaran harga cabai terus merosot.  "Harga cabai keriting Rp 4 ribu dan rawit Rp 8 ribu perkilogram," keluhnya, Selasa (2/6).

    Diakuinya, secara kualitas panen tahun ini sebenarnya cukup baik dan memuaskan. Dengan 2.500 tanaman cabainya setiap tiga hari sekali, Slamet bisa memanen 1,5 kwintal cabai siap jual. Adapun terkait dengan penjualannya, Slamet mengaku sudah ada pembeli yang datang kerumahnya. "Harga normal cabai untuk satu kilogram Rp 24 ribu," imbuhnya.

    Terpisah, petani lain di Kecamatan Kutowinangun Likin (60) juga mengeluhkan hal serupa. Dimana hasil panen cabai yang dia tanam cukup rendah harga jualnya dipasaran. Bahkan beberapa pohon yang ditanam, cabainya mengalami busuk sebelum tua akibat terserang hama. “Kami petani dan warga  hanya bisa berharap kondisi akan kembali normal. Sehingga kami tidak terlalu merugi, akibat harga yang yang tidak bersahabat," ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top