• Berita Terkini

    Senin, 08 Juni 2020

    Pengasuh Khawatirkan Santri di Era New Normal

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-New Normal disambut gegap gempita oleh masyarakat. Kini ruang-ruang publik dan tempat pariwisata mulai diserbu oleh pengunjung. Kendati demikinan pengasuh pasantren mulai merasa khawatir menjelang santri masuk kembali ke pondok. Pasalnya hingga kini beberapa pesantren masih belum siap untuk menerapkan standar kesehatan Covid-19.

    Pada new normal ini, pesantren memerlukan perhatian khusus dari pemerintah. Jika tidak dikhawatirkan pesantren akan menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19. Kehidupan new normal memang harus disikapi dengan kehati-hatian. Terlebih hingga kini belum situasi dan kondisi belum benar-benar aman dari ancaman Covid-19.

    Kehidupan pesantren berbeda dengan kehidupan pada umumnya. Dimana pesantren bersifat komunal dengan bahasa sederhana (umpel-umpelan).

    Dalam satu kamar saja setidaknya bisa diisi oleh 30 an orang santri bahkan lebih. Selain itu pondok pesantren juga tidak memiliki infrastruktur kesehatan yang memadai. Tentu situasi demikian menjadi sangat menghawatirkan jika new normal berjalan tanpa ada perhatian konkrit dari pemerintah. Oleh sebab itu pemerintah harus melihat ini sebagai kekhususan yang harus diperhatikan dengan serius.

    Hal ini di sampaikan oleh Ketua RMI PCNU Kabupaten Kebumen Agus Fachrudin Achmad NW dalam rapat koordinasi yang di selenggarakan oleh PCNU Kab Kebumen, Senin (8/6/2020).

    Lebih lanjut, Gus Fachrudin Achmad menguraikan jika kini saat santri akan kembali ke pondok pesantren, disyaratkan memenuhi standar kesehatan dalam penanganan Covid-19. Salah satunya yakni Surat Kesehatan dari Rumah Sakit. "Hal ini tentunya sangat sulit bagi santri untuk memperoleh surat Keterangan Sehat tersebut. Sebab biaya yang harus dikeluarkan juga tidak sedikit,” paparnya.

    Selain itu, standarisasi kesehatan di pondok pesantren juga mutlak diperlukan. Ini seperti hand sanitizer, masker dan lainnya. Padahal hingga kini belum semua pondok pesantren mampu  menyediakan kebutuhan hand sanitizer secara continue. “Kami akan berusaha berkoordinasi lebih lanjut dengan Gugus Tugas Covid-19 terkait keinginan dari Pondok Pesantren tersebut, ucapnya, pada acara yang juga dihadiri oleh Perwakilan Dinkes Kebumen Tri Tunggal Eko Sapto, Ketua PCNU Kebumen KH Dawanudin Masdar, Dari PMI Kebumen Sabar Irianto, dari IDI Kebumen dr Andika dan dari BPBPD Kebumen Sofani.

    Dalam kesempatan tersebut, Tri Tunggal Eko Sapto juga menyampaikan jika pemerintah sejauh ini sangat proaktif terhadap situasi yang ada dalam Pondok Pesantren.(mam)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top