• Berita Terkini

    Senin, 22 Juni 2020

    New Normal, Mas-Mbak Kebumen Petakan Potensi Desa

    KEBUMEN(kebumenekspres.com)-Paguyuban Mas dan Mbak Duta Wisata Kebumen memiliki cara kreatif dalam manfaatkan fase new normal pandemik Covid-19. Dimana paguyuban yang telah dirintis sejak tahun 2016 itu, memberdayakan diri untuk terjun secara langsung ke desa-desa yang berada di wilayah Kabupaten Kebumen.

    Ini dilaksanakan bekerjasama dengan Disporawisata dan Dispermades P3A Kebumen, Mas Mbak Kebumen terjun ke desa-desa untuk melakukan pemetaan potensi desa. Selain itu mereka juga melakukan peliputan video potensi desa, dan diskusi FGD dengan para punggawa dan masyarakat asli desa tersebut.

    Beberapa desa yang mereka telah kunjungi selama fase New Normal ini meliputi Desa Wisata Adiluhur Adimulyo, Candiwulan Adimulyo, dan satu yang terbaru adalah desa di perbatasan Kabupaten Purworejo yakni Desa Patukgawemulyo Mirit yang berjarak sekitar 31 Kilometer dari Kota Kebumen.

    Desa yang dalam sejarahnya zaman dahulu adalah rawa-rawa, kemudian diurug menjadi lahan tersebut kemudian menjadi perkampungan. Ini dengan jumlah Kepala Keluarga mencapai 610 KK. Desa tersebut juga dipimpin oleh Kepala Desa termuda di Kebumen yakni Anam Lutfi yang yang lahir di tahun 1993. Desa tersebut ternyata memiliki banyak potensi tersembunyi yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

    Sejak dilantik sebagai kepala desa di tahun 2018, Anam Lutfi mulai melakukan gebrakan. Salah satunya dengan merevitalisasi Gedung Balai Desa menjadi lebih layak dengan sarana dan prasarana yang lebih memadai. Kemudian menginisiasi BUMDes hingga berencana untuk mengembangkan system minapadi di lahan bengkok desa secara bertahap. Nantinya hasilnya akan digunakan untuk kemakmuran masyarakat.

    Desa Patukgawemulyo memiliki luas 151,291 hektare tersebut juga memiliki potensi berupa tanaman unggulan seperti jambu kristal dan pepaya california. Kedua komoditas pertanian tersebut setiap panennya dapat dimanfaatkan oleh para petani untuk dijual kepada tengkulak atau di pasar.

    Selain itu, desa tersebut juga memiliki industri rumahan berupa lanting berbentuk bulat besar yang rasanya khas dan sudah menjangkau pasar luar Kebumen bahkan diekspor sampai Singapura. Kendala yang dihadapi dari perajin lanting sendiri yakni packaging atau pengemasan, Yang mana masih membutuhkan sentuhan desain dan diharapkan dari dinas terkait seperti Disperindag dapat memberikan pelatihan terkait packaging lanting Desa Patukgawemulyo.

    Mendampingi Paguyuban Mas Mbak Kebumen, yaitu Kasi Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan Dispermades P3A Kebumen Yasinta Swasti Mahargyani. Pihaknya mengatakan keberadaan Mas Mbak Kebumen yang aktif dalam kegiatan tersebut amat membantu dinas dan desa. Khususnya dalam memetakan potensi desa, karena jiwa muda mereka yang energik dan melek IT mampu memberikan sentuhan tersendiri bagi desa sasaran.

    “Ini untuk lebih dikenal luas oleh masyarakat dan tentunya menjadi lebih peka untuk menggali potensi dari desa mereka yang kadang tidak disadari keberadaannya. Walaupun itu kadang ada di dekat mereka,” tuturnya, Minggu (21/6/2020).

    Hal yang sama juga dikatakan oleh pembina salah satu Pembina Mas dan Mbak Kebumen Novanda Alim Setya Nugraha. Pihaknya mengatakan selama ini mungkin masyarakat Kebumen hanya mengenal Mas Mbak sebagai among tamu saja di acara seremonial pemerintahan. Padahal nyatanya sejak tahun 2012 sebenarnya Mas Mbak sudah berkiprah luas dalam pengembangan desa di wilayah meraka. Hingga akhirnya menjadikan desa mereka memiliki potensi wisata unggulan seperti Desa Wisata Adiluhur  Adimulyo. Ini dengan potensi wisata unggulannya berupa Taman Reptil Adiluhur (TARA) dan Kampung Wisata Inggris Kebumen (KWIK).

    Kemudian Desa Wisata Karangsambung dengan Bukit Pentulu Indahnya dan Desa Wisata Giripurno Karanganyar. Novanda berharap Paguyuban Mas dan Mbak Duta Wisata Kebumen ke depannya tidak hanya sebagai objek saja. Namun langsung terjun sebagai subjek pemberdaya atau agent of change di lingkungan masyarakat.
    “Utamanya kawasan pedesaan dimana dalam masa fase new normal seperti sekarang. Mereka dapat mengambil peran sebagai promotor dan fasilitator desa yang memberikan dampak positif bagi pembangunan masyarakat,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top