• Berita Terkini

    Minggu, 17 Mei 2020

    1300 Pedagang Pasar Tumenggungan Jalani Rapid Test, 26 Dinyatakan Reaktif

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Para pedagang di  pasar Tumenggungan Kebumen, menjalani Rapid Diagnostic Test (RDT) Sabtu (16/5/2020). Dari 1300 pedagang yang menjalani RDT, 26 diantaranya dinyatakan reaktif positif.

    Rapid test yang dilakukan mulai pukul 02.00 hingga 07.00 WIB diikuti ribuan pedagang, petugas, dan pengunjung pasar pasar.  Hadir kemarin, Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto,  Sekda Ahmad Ujang Sugiono, Asisten Sekda Hery Setyanto, Kepala Dinas Kesehatan HA Dwi Budi Satrio, Plt Kepala Pelaksana Harian BPBD Kebumen Teguh Kristiyanto. Serta sejumlah pejabat lainnya.

    Bagi warga yang dinyatakan reaktif positif RDT, selanjutnya akan dilaksanakan pengujian swab Covid-19, untuk mendapatkan hasil yang akurat.  RDT atau Rapid Test dilakukan menyusul adanya satu pedagang pasar yang dinyatakan positif Corona Covid-19 beberapa waktu lalu.

    Arif Sugiyanto, mengatakan rapid test dilakukan di pasar yang berpotensi terjadinya penyebaran Covid-19. Meski selama ini telah diberlakukan pembatasan waktu operasioal, kondisi di pasar tradisional masih cukup ramai.

    "Ada juga laporan, salah satu pasien positif (Covid-19) yang sering ke pasar. Oleh sebab itu, sebagai salah satu bentuk deteksi dini kita lakukan rapid tes massal," katanya.

    Awalnya RDT ditargetkan menjaring 1.000 warga. Fakta di lapangan, ada sekitar 1.300 yang ikut dites kemarin. Rapid test dilakukan dengan mengambil sampel darah. Hasilnya, terdapat 26 warga dinyatakan reaktif.

    Bagi mereka yang masuk kategori reaktif, Arif meminta untuk melakukan karantina mandiri dan akan dilakukan swab test melalui uji Polymerase Chain Reaction (PCR) di laboratorium. ""Bagi  warga yang sudah dirapid tes diminta memakai gelang warna biru. Sedangkan bagi yang hasilnya reaktif sudah kita catat. Akan langsung dilacak oleh petugas Puskesmas, mereka sementara karantina mandiri sambil dilakukan swab," imbuhnya.

    Masih kata Arif, selanjutnya Pemkab Kebumen melalui Gugus Tugas Penanganan corona akan melakukan pemetaan atau zonasi untuk mengetahui penyebaran virus corona di Kebumen. Nantinya, Pemkab akan menetapkan zona bagi sejumlah wilayah. Yakni Zona Merah, Zona Kuning dan Zona Hijau. Dengan zona tersebut diharapkan masyarakat akan paham dan bersama sama melakukan pembatasan untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

    Terlepas dari itu, bahkan hasil rapid test pedagan menunjukkan hasil reakif, Wabub menghimbau warga untuk tetap tenang. Sebab, hasil itu belum disebut sebagai positif Covid-19. Selain itu dikatakannya Pemkab Kebumen akan menggelar acara serupa di Pasar Kutowinangun, Pasar Karanganyar dan Pasar Wonokriyo Gombong.

    Ungkapan sama juga disampaikan Kapolres Kebumen AKBP Rudy. Kapolres mengimbau kepada seluruh masyarkat untuk tetap waspada selalu mengenakan masker dan rajin cuci tangan.  "Protokol kesehatan sangat diperlukan sekali di masa pandemi Virus Corona. Dengan sering melakukan cuci tangan dan mengenakan masker diharapkan dapat memutus mata rantai penularan Corona Covid-19," jelas AKBP Rudy.

    Sampai dengan saat ini juga, Polres Kebumen masih gencar melakukan patroli pembubaran kepada warga masyarkat yang kumpul-kumpul tanpa tujuan yang jelas, serta melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh wilayah Kebumen.

    Pasar pagi Kebumen telah lama menjadi target patroli himbauan untuk mengenakan masker yang dilakukan oleh Polres Kebumen.Rapid test atau RDT adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.
    Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona. Namun perlu diketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.
    Jadi, rapid test atau RDT di sini hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19.(fur/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top