• Berita Terkini

    Senin, 09 Maret 2020

    Diikuti 10 Calon, Pilkaret Jatisari Digelar Layaknya Pemilu

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Jabatan Ketua RT seringkali tidak terlalu diminati. Lain hanya dengan jabatan Kepala Desa, Bupati, maupun Anggota Dewan dimana banyak calon berlomba-lomba untuk dipilih.

    Menjadi menarik melihat gelaran Pemilihan Ketua RT (Pilkaret) di RT 5 RW 1 Perumahan Griya Jatisari Indah atau biasa disebut Perum GJI yang digelar pada Minggu (8/3/2020). Saat itu ada 10 calon kandidat Ketua RT yang "bersaing menarik pemilih". Semakin menarik, gelaran Pilkaret (Pemilihan Ketua RT) ini digelar layaknya Pemilu.

    Bagaimana tidak. Dalam hajat demokrasi tingkat RT ini, dibentuk Panitia Pemilihan selayaknya Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pemilihan pun dilakukan dengan cara coblosan.

    Yang menarik adalah banyak warga perumahan Griya Jatisari Indah yang berprofesi sebagai Polisi dan TNI, selama hidup belum pernah merasakan pengalaman ikut mencoblos. Mereka antusias mengikuti proses demokrasi tingkat RT sampai dengan penghitungan suara.

    Tidak hanya itu, seluruh warga dari kalangan anak muda, ibu-ibu dan bapak bapak berbondong bondong memadati lokasi pemilihan yang dilangsungkan di halaman Gedung Sekretariat RT GJI tersebut Tidak hanya menggunakan hak pilihnya untuk mencoblos kandidat calon yang di usung dari masing masing gang, mayoritas warga juga mengawal proses pemilihan hingga acara selesai.

    Proses penghitungan suara dilaksanakan tepat pada pukul 10.00 WIB usai warga menggelar senam bersama dengan melibatkan tim Puskesmas 2 Kebumen.  Suara riuh dan sorak sorai warga terdengar ketika calon mereka di sebut namanya oleh panitia dan dicatat di papan plano penghitungan. Layaknya proses penghitungan pemilu , setiap surat suara di buka, maka di sambut suara "saah", oleh semua warga yang menyaksikan.

    Hidangan jajanan pasar dan makanan tradisional seperti ketela rebus, kacang godok lengkap dengan kopi hangat khusus disiapkan Panitia selama kegiatan berlangsung.

    Hingga kemudian, hasil perolehan suara masing-masing kandidat diketahui dan diumumkan. Hasilnya, calon dengan perolehan suara terbanyak adalah H Eko Wibowo dari Gang Abimanyu dengan perolehan 34 suara. Diikuti Kasimin dari Gang Sadewa dengan perolehan 31 suara. Di tempat ketiga, Aim L Hakiem calon dari Gang Wisanggeni dengan perolehan 23 suara. Sementara, 7 kandidat lain mendapat perolehan rata rata di bawah 10 suara.

    Ketua Panitia Pemilihan melaporkan, Sugiarto menyampaikan gelaran Pilkaret memang didesain pemilihan layaknya seperti pemilu, lengkap dengan aturan dan mekanisme pemilihannya yang dilakukan dengan cara Pencoblosan langsung dengan surat suara.

    Adapun 10 calon diusung dari perwakilan tiap-tiap gang. Dari 175 jumlah daftar Pemilih Tetap (DPT), total sebanyak 130 warga menggunakan hak pilihnya, terdapat 2 surat suara yang tidak sah dikarenakan ada 2 lobang coblosan.

    " Alhamdulilah antusias warga untuk memilih sangat tinggi" imbuhnya. Proses pemilihan berjalan aman, kondusif dan meriah, walaupun sehari sebelum pemilihan ada calon yang mengundurkan diri, tetapi akhirnya proses pemilihan tetap bisa dilangsungkan,"ujarnya.

    Sekretaris Desa (Sekdes) Jatisari Lulut Ulumudin dalam sambutannya menyampaikan, sangat mengapresiasi gelaran Pilkaret di di RT 5 RW 1 Perumahan Griya Jatisari Indah tersebutt.

    "Pemilihan Ketua RT 05/01 Desa Jatisari ini bisa menjadi contoh pendidikan demokrasi di tingkat bawah. Kami akan mendorong untuk dilakukan pada pemilihan ketua RT di wilayah lain, bahkan akan di usulkan sebagai contoh di tingkat Kecamatan," ujarnya.

    Di tempat yang sama, Ketua RT sebelumnya, Imam Muthoha mengucapkan selamat kepada Ketua RT yang baru. Imam juga mengapresiasi antusiasme warga dalam menyalurkan hak pilih.

    "Yang menarik adalah banyak warga perumahan Griya Jatisari Indah yang berprofesi sebagai Polisi dan TNI, selama hidup belum pernah merasakan pengalaman ikut mencoblos. Mereka antusias mengikuti proses demokrasi tingkat RT sampai dengan penghitungan suara," katanya sembari tersenyum.

    Imam menyampaikan, jabatan Ketua RT tidaklah ringan dari sisi tanggung jawab. Pengurus RT, kata dia, adalah mitra terdepan dalam proses pemerintahan di masyarakat. Bahkan dalam konteks pengabdian, sama dengan jabatan lain. Bedanya, skala pengabdian yang hanya di tingkat RT.

    "Tapi bila Ketua RT berikut pengurusnya tidak menjalankan tugasnya tentu ini akan menghambat suksesnya program-program pemerintah jika dalam pemilihannya saja tidak banyak orang yang kompeten berminat dan mau mencalonkan diri. Stakeholder terkait perlu memikirkan untuk memecahkan permasalahan tersebut," ujar dia.(cah)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top