• Berita Terkini

    Rabu, 12 Februari 2020

    Sakit, Kades Bocor Dituntut Warganya Mundur

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-  Ratusan warga Desa Bocor Kecamatan Buluspesantren, Rabu (12/2/2020), melakukan aksi unjuk rasa menuntut Kades setempat, Slamet, mengundurkan diri atau diberhentikan. Warga beralasan, sudah enam bulan terakhir Kades tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik karena kondisi kesehatannya yang terganggu.

    Kades Slamet diketahui mengalami sakit sejak dilantik pada  Juli 2019 lalu. Kondisi inilah yang lantas membuat warga yang melakukan aksi unjukrasa, menilai kades tak bekerja secara maksimal melayani masyarakat. Oleh karena itu, massa menuntut Kades mundur.

    Untuk menyampaikan aspirasinya, ratusan warga terlihat memadati kantor Kepala Desa Bocor. Aksi unjuk rasa mendapat penjagaan ketat dari anggota kepolisian dan TNI.  Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Dispermades Kabupaten Kebumen, Frans Haidar, Camat Buluspesantren Budi Suwanto, Ketua BPD Desa Bocor Wisman Irianto beserta  masyarakat.

    Sekretaris Koordinator aksi massa, Yuli Rubiantoro, aksi unjuk rasa mereka lakukan karena warga menginginkan figur kepala desa yang sehat jasmani dan rohani. Sementara saat ini, figur Kepala Desa Bocor sedang tidak sehat secara jasmani.

    Baca juga:
    (Pemkab: Belum Ada Alasan Kuat Berhentikan Kades Bocor)


    "Definisi sehat jasmani, mata bisa melihat, kuping bisa mendengar, hidung bisa menghirup udara, tangan bisa memegang dan meraba kaki bisa berjalan. Dan sekarang figur kepala desa kita sekarang, kaki tidak bisa berjalan. Sementara, permintaan warga, kepala desa harus memenuhi undangan warganya. Baik suka maupun duka. Nggak cuma burung Garuda Pancasila yang ada di kantor saja yang ada. Kades juga nggak pernah datang ke tempat hajat warga," katanya.

    Yuli menyampaikan, mereka tetap berdoa agar Kades Slamet dapat pulih kembali kondisi kesehatannya. Namun bila kondisi kesehatannya tak kunjung membaik, Kades diminta mengundurkan diri dan fokus melakukan penyembuhan.

    Yuli Rubiantoro juga menyebut, Kades Slamet dinilai tidak adil kepada warga yang tidak mendukungnya pada Pilkades. "Yang diminta warga sih sehat, namun kalau tidak sehat ya minta legowo untuk mengundurkan diri. Jika sudah sehat di periode yang akan datang bisa mencalonkan diri lagi. Intinya para warga yang bukan pendukung pak kades sekarang merasa didiskriminasi," katanya.

    Ia mengatakan, aspirasi tersebut sudah pernah disampaikan kepada BPD Desa Bocor pada bulan November 2019 lalu. Namun saat itu tidak ada titik temu. Oleh karena itu, mereka kembali menggelar aksi unjuk rasa kemarin.(fur)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top