BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA SUPRA GTR

    Minggu, 05 Januari 2020

    Peternak Bekisar di Kebumen Mulai Gunakan Inseminasi Buatan

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Perkembangan inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik umumnya digunakan untuk peternak sapi dan kambing. Namun iseminasi buatan kini telah diterapkan pada unggas salah satunya yakni ayam.

    Ya inilah yang dilakukan oleh salah satu peternakan ayam bekisar Albait Nurfaozi (31) warga RT 1 RW 1 Desa Kebulusan Pejagoan. Teknik inseminasi buatan menurutnya cukup mempermudah produksi bekisar. “Ayam bekisar sendiri merupakan keturunan dari persilangan antara Ayam Hutan Hijau Jantan (Gallus varius) dan ayam kampung (Gallus gallus domesticus). Ayam bekisar merupakan keturunan pertama dari persilangan tersebut,” tuturnya.

    Dijelaskannya, kesulitan terbesar dalam produksi bekisar sebenarnya terdapat dalam menjodohkan indukan. Sebab dua jenis ayam yang berbeda meski masih satu family terkadang enggan untuk berjodoh. Bahkan terkadang tetap tidak mau berjodoh meski telah dikurang bersama dalam waktu lama. “Adanya inseminasi ini menjadi solusi sulitnya perjodohan tersebut,” ungkapnya.

    Inseminasi dilaksanakan dengan mengambil semen(sperma ayam jantan). Ini dilakukan dengan mengurut secara pelan dari punggung ayam ke arah kloaka. Setelah semen berhasil diambil, kemudiaan dimasukkan pada kloaka ayam betina. Ini pada lubang kloaka yang berada disebelah kiri. “Ayam betina yang akan diinseminasi harus yang siap bertelur,” katanya.

    Dijelaskannya hal yang menjadi kendala dalam beternak bekisar yakni fertilitas telur. Jika perkawinan tidak dilakukan dengan sempurna telur tidak fertil dan tidak dapat menetas. Adapun untuk penetasan tidak dilakukan tidak menggunakan ayam, melainkan mesin tetas. Ini agar ayam betina dapat segera bertelur kembali.

    Selain beternak ayam bekisar, pria satu anak ini juga beternak ayam hutan. Kendati demikian hingga kini untuk ayam hutan belum berhasil. Ini lantaran usia babon atau ayam betina memang belum memasuki usia bertelur. Pihaknya berharap peternakan ayam hutan dapat berhasil dengan baik. “Kami telah berkeliling di beberapa wilayah. Sepertinya ayam hutan hijau asli Kebumen kualitasnya memang sangat baik. Sangat sayang jika tidak diternak,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top