BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA SUPRA GTR

    Rabu, 15 Januari 2020

    Pertanyakan Calon, Sugiyanto: PGRI Kebumen harus Dipimpin Sosok Muda

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Munculnya nama-nama Kandidat Ketua PGRI menjelang Konfrensi Kabupaten yang mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Temasuk dari Ketua LSM Abdi Bangsa Kebumen Sugiyanto.

    LSM Abdi Bangsa Kebumen merupakan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat yang peduli dengan pendidikan. Tak heran jika Konfrensi PGRI Kabupaten Kebumen pun tak luput dari perhatiannya.

    Menurut Sugiyanto, berdasarkan informasi yang berkembang, keempat calon kandidiat Ketua PGRI disinyalir ada dua kandidat yang sudah hampir memasuki masa pensiun. Jika benar, sebaiknya kandidat yang sudah hampir mencapai pensiun tersebut lebih baik mengurungkan niatnya.

    Adapun yang dimaksud dengan keempat calon kandidat PGRI Kebumen yakni Pengawas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kebumen Warjan, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kebumen Agus Sunaryo. Selain itu dua kandidat lain yakni Kepala SDN 3 Dorowati Kadar dan Kepala SMP PGRI Kebumen Eko Sajarwo.

    Sugiyanto menegaskan, kalau sudah mau pensiun tetapi masih berharap menjadi ketua PGRI, tentunya akan menimbulkan kecurigaan orang. Sebenarnya apa yang cari dan ada agenda apa di balik itu semua? “Apakah jabatan Ketua PGRI memiliki daya tarik yang luar biasa?,” tuturnya, Rabu (15/1).

    Bukankah Negara, lanjut Sugiyanto, juga telah menganggap bahwa orang yang sudah pensiun tidak lagi maksimal dalam produktifitasnya. Di samping itu, dari sekian ribu anggota PGRI yang masih aktif, apa tidak ada satupun yang layak menjadi Ketua PGRI, sehingga ada orang yang sudah mau pensiun masihdicalonkan?. “Logikanya, orang yang sudah pensiun itu sudah kurang energik dan produktif. Pengabdiannya juga sudah begitu lama, sehingga perlu memberikan kesempatan kepada generasi berikutnya untuk berkiprah,” tegasnya

    Dengan demikian, proses kaderisasi akan berjalan secara alamiah. Bisa saja generasi berikutnya justru memiliki kapasitas dan kapabilitas yang lebih baik dalam mengekspresikan inovasi dan kreativitasnya dalam mengembangkan organisasi.

    Masih menurut Sugiyanto, PGRI sebaiknya dipimpin oleh orang yang masih energik dan produktif. Sehingga lebih kompeten dalam menjalankan roda organisasi. Pihaknya meyakini dari sekian ribu anggota PGRI banyak yang memiliki kapasitas yang lebih baik. Ini semata-mata agar PGRI tidak stagnan. “Ketua PGRI yang baru diharapkan akan mampu membawa PGRI ke arah perubahan yang lebih progresif pada upaya peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan profesionalitas dan kesejahteraan guru,” ungkapnya.

    Dijelaskan pula, PGRI yang beranggotakan para guru tersebut, seharusnya sangat dinamis dalam menatap pesatnya kemajuan jaman. Untuk itu, PGRI mestinya tidak terjebak pada rutinitas kegiatan yang hanya itu-itu saja. PGRI hendaknya mampu merumuskan program-program yang benar-benar dan dapat menyentuh kepentingan anggotanya. “Selama ini apakah semua anggota sudah merasakan manfaat dari program-program PGRI? Anggota PGRI mestinya tidak hanya dibebani iuran setiap bulan tetapi tidak pernah menikmati manfaat dari program-program yang dirumuskan oleh pengurus,” ungkapnya penuh tanda tanya.

    Kepada para calon pemilih, Sugiyanto berpesan agar menjadi pemilih yang cerdas dan obyektif. Artinya, dalam memilih seorang pemimpin betul-betul mempertimbangkan dengan menggunakan akal sehat. Ini terkait siapa sosok yang nantinya mampu membawa perubahan positif terhadap kemajuan PGRI. bukan hanya karena atas dasar suka atau tidak suka. “Pemilih yang cerdas akan memilih orang yang benar-benar punya kapasitas. Sekalipun mungkin tidak suka dengan calon tersebut. Itu samata-mata demi kepentingan organisasi, bukan kepentingan pribadi atau golongan,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top