BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA SUPRA GTR

    Minggu, 05 Januari 2020

    Duh, Pendapatan Sektor Wisata di Kebumen 2019 Jeblok

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Pendapatan dari sektor wisata di kabupaten berselogan Beriman ini tahun 2019 cukup memprihatinkan. Ini setidaknya jika dilihat dari selisih antara target pendapatan dan realita yang ada. Dimana realita pendapatan wisata di Kebumen boro-boro melebihi target. Melainkan hanya dapat terealisasi 85 persen saja.

    Realisasi pendapatan dari sektor wisata hanya mencapai Rp 8,69 miliar. Ini jauh dari target pendapatan yang telah dipatok oleh Pemkab Kebumen sebanyak Rp 10,15 miliar.  Pendapatan tersebut telah mencakup sembilan sektor wisata yang dikelola oleh Pemkab Kebumen.

    Berdasarkan data Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporawisata) Kebumen, pendapatan obyek wisata keseluruhan tahun 2019 yakni Rp 8.691.425.520. Kendati tidak memenuhi target, namun terdapat obyek wisata yang mampu melampaui target yakni Goa Jatijajar dan Pantai Karangbolong. Kendati demikian selain itu pendapatan dari objek wisata lainnya, cukup jeblok.

    Goa Jatijajar mendapatkan Rp 4,1 miliar dari target Rp 3,8 miliar. Sementara Pantai Karangbolong mendapatkan Rp 240 juta dari target Rp 209 juta. Obyek wisata dengan pendapatan jeblok meliputi Pantai Logending Rp 626 juta dari target Rp 1,2 miliar atau hanya terealisasi 51 persen. Untuk Goa Petruk hanya mendapat Rp 59 juta dari target Rp 103 juta atau setara dengan 57 persen. Sementara Pantai Suwuk mendapat Rp 1,4 miliar dari target Rp 2,1 miliar atau setara dengan 68 persen saja.

    Kepala Disporawisata Kabupaten Kebumen Azam Fatoni melalui Sekretaris Dinas Gunawan Widhi Wibowo menyampaikan melihat realitas pendapatan, pihaknya mengaku kesulitan memenuhi target itu. Terlebih, beberapa bulan sebelumnya telah memasuki musim penghujan. "Kita sudah lakukan monitoring terkait pendapatan, hasil dari monitoring ada kenaikan tapi tidak terlalu tinggi apalagi sudah mulai turun hujan," tuturnya, beberapa waktu lalu.

    Gunawan menjelaskan dari obyek wisata yang dikelola Disporawisata, terdapat empat obyek wisata pantai yang menjadi sumber pendapatan. Kendati demikian akhir-akhir ini beredar kabar tidak jelas terkait adanya gelombang besar. Hal tersebut cukup membuat penurunan pengunjung.

    "Salah satu faktor berpengaruh tahun berjalan ini ada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan adanya gelombang besar. Padahal itu belum tentu benar. Yang mengeluarkan juga bukan yang kompeten BMKG, sehingga orang yang tidak tahu persis tidak jadi wisata ke pantai," ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top