BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA SUPRA GTR

    Senin, 23 Desember 2019

    Muslimat NU Kebumen Bentuk Kelompok Usaha

    KEBUMEN(kebumenekspres.com)-Muslimat NU Kebumen kini telah membentuk Kelompok Usaha. Ini dilaksanakan setelah mengikuti pelatihan menjahit. Dalam pembentukan kelompok usaha Muslimat NU Kebumen difasilitasi oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ghrizela Kebumen.

    Bukan hanya difasilitasi pembentukannya saja, para peserta program pelatihan menjahit tersebut juga diberikan sarana dan modal usaha.  Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari yakni 19 hingga 21 Desember kemarin.

    Penanggung jawab kegiatan Drs H A Taufik Hidayah TR MSi menjelaskan pelatihan tersebut merupakan bantuan program Penciptaan Wirausaha baru melalui pemberdayaan tenaga kerja mandiri.

    Program tersebut dari Dirjen Pembinaan Penempatan Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI. Pelatihan dibuka Kasi Pentalattas Dinas Ketenagakerjaan Koperasi dan UMKM Kabupaten Kebumen Drs Sigit Basuki MM.

    Dalam kesempatan tersebut Taufik menjelaskan terdapat 20 peserta yang berasal dari warga Muslimat NU Desa Jogopaten dan Ampih Kecamatan Buluspesantren. Mereka sudah memiliki keterampilan menjahit, namun masih menganggur. “Materi pelatihan meliputi kebijakan pemerintah, motivasi wira usaha, manajemen keuangan, pemasaran hasil usaha dan keterampilan produksi,” ungkapnya.

    Pada akhir pelatihan, lanjutnya, peserta sepakat membentuk kelompok usaha dengan produksi berbagai macam daster dan kerudung. Ini dengan sasaran pemasaran melalui organisasi.

    “Sementara produk ini akan kami pasarkan di internal organisasi, karena hampir semua ibu membutuhkan daster. Untuk kerudung sementara kami produksi kerudung seragam Muslimat NU yang sekarang sangat dibutuhkan,” ujar Toipah Ketua KUBE yang diberi nama Biyoengkoe.

    Toipah menambahkan, untuk menjamin berlangsungnya usaha, kelompok tersebut juga diberikan sarana modal usaha yang berupa 14 mesin jahit manual, empat mesin jahit multifungsi, dua mesin obras, dinamo, etalase dan bahan produksi yang berupa ratusan meter kain bahan dasrter dan kerudung berikut benang.(mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top