BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA SUPRA GTR

    Selasa, 05 November 2019

    Siswa SMK Puspajati Ikuti Seminar 3D Printing

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Sedikitnya 500 peserta terdiri dari Guru, Karyawan dan siswa SMK Puspajati Kecamatan Buluspresantren, baru-baru ini, mengikuti seminar Teaching Factory (TEFA) 3D Printing. Seminar digelar sehari penuh di pusatkan di halaman sekolah setempat.

    Kegiatan ini sekaligus sebagai upaya mempersiapkan diri bagi para siswa untuk menghadapi era inovasi Revolusi Industri 4.0.

    Hadir kemarin, Koordinator pengawas SMK Provinsi Jawa Tengah Drs Bambang Trisuro dan Pengawas binaan SMK Drs Purnomo, Ketua Yayasan lembaga pendidikan Pahlawan Untung Suropati, R Suman Tri Usodo, Kepala SMK, SMP/Mts se Kabupaten Kebumen, Camat Buluspesantren, Suis Idawati, S Sos, praktisi pendidikan dan tokoh Masyarakat seluruh guru dan karyawan dan siswa SMK Puspa Jati.

    Kepala Sekolah SMK Puspa Jati, Zaenal Mu'taid S Pd mengatakan seminar Teaching Factory 3D Printing ini sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri saat ini.
    "Seminar 3D Printing ini untuk menyongsong revolusi industri 4.0. Dengan materi yang ditekankan yakni untuk kemajuan - kemajuan dengan melakukan inovasi.
    Kemampuan inovasi ini yang harus mulai dimunculkan dalam berbagai aspek keidupan, Karena itu sebagai langkah menghadapi Revolusi Industri 4.0," katanya didampingi Pengawas binaan SMK Puspa Jati Drs Purnomo.

    Pada kesempatan itu, para peserta menyimak penjelasan dari narasumber dari HAL-Tech Yogyakarta, Deni Andriyansyah S Pd M Eng yang menjelaskan
    pembimbingan penyusunan dokumen Teaching Factory. Menurutnya, dokumen teaching factory mencakup legal aspect, sumber belajar, perangkat pembelajaran dan bussiness plan.
    "Teaching factory harus memasukkan value industri ke dalam SMK, khususnya dalam pembelajaran. Seperti penekanan sikap dan etos kerja, kedisiplinan, serta keamanan dan keselamatan kerja. Terlebih, kegiatan dalam TF adalah transfer skill mengimbaskan kompetensi standar manufaktur atau industri yang nantinya akan memunculkan sebuah invasi,” ungkapnya dalam seminar.

    Selain itu pada momentum tersebut ditampilkan berbagai tari kreasi dari para siswa SMK Puspajati dan juga diserahkan hasil Akreditasi Sekolah. Dilanjutkan peninjauan hasil pameran karya seni dan 3D Printing. (Fur)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top