BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA SUPRA GTR

    Senin, 14 Oktober 2019

    Misi Kemanusiaan Seorang Dokter

    dr Faiz Alauddien Reza Mardika
    KENDATI tak menangani pasien lagi, bukan berarti dr Faiz Alauddien Reza Mardika meninggalkan disiplin ilmunya sebagai seorang dokter. Bahkan, dunia barunya sebagai CEO perusahaan dan seabreg jabatan lain, memberinya ruang gerak lebih luas dalam menjalani misi kemanusiaan.

    Ya, Faiz Alauddien Reza Mardika yang lebih dulu dikenal sebagai dokter kini lebih dikenal sebagai CEO PT Tradha Grup. Sebuah profesi yang semakin menambah kesibukannya di tengah jabatan lain sebagai owner RM Vittenan dan sejumlah perusahaan lain.

    Tak mau berhenti, dokter Reza, sapaan akrab Faiz Alauddien Reza bergerak di bidang sosial, khususnya menangani para penyandang disabilitas. Kini, dr Reza tercatat sebagai Manajer Partner Yayasan This Able Jawa Tengah-DIY. Dan yang terbaru, ia mendirikan "Ascendia Project" yang bergerak di bidang pemberdayaan penyandang disabilitas.

    Sebuah pencapaian yang membuatnya mendapat apresiasi dari banyak pihak. Termasuk dari almamaternya, Fakultas Umum Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta. Pria kelahiran 9 Desember 1992 itupun didaulat sebagai salah satu alumnus favorit dan diminta memberikan pembekalan kepada adik angkatannya, belum lama ini.

    Ditemui kemarin, dokter Reza menyampaikan, profesi dokter tidak sebatas mengobati pasien di rumah sakit atau ruang pemeriksaan. Ada yang lebih besar dan mulia daripada itu, yakni membawa misi kemanusiaan.

    "Sah-sah saja seorang dokter memilih bekerja di rumah sakit bagus, berpenghasilan bagus. Namun, esensi profesi seorang dokter juga harus dipahami. Jangan hanya nilai komersial yang diutamakan, tapi juga dapat lebih memanusiakan manusia," kata alumnus FK UGM 2004 yang pernah mendapat peringkat pertama Uji Kompetensi Dokter Indoesia se UGM dan 10 besar nasional tersebut.

    Seorang dokter pada hakikatnya, kata dr Reza adalah seorang pelayan masyarakat. Tidak sebatas pada ruangan praktek atau lingkungan rumah sakit. "Sorang dokter harusnya menjadi pelayan di tengah masyarakat, tidak sekedar di ruang praktek dan rumah sakit," ujarnya yang juga sempat menyabet gelar juara dalam debat Bahasa Inggris semasa mahasiswa tersebut.

    Tanggung jawab profesi dokter, bahkan tak bisa ia lepaskan meski kini tak lagi melakukan praktek mengobati pasien. Dr Reza mengatakan, seabreg tugasnya kini tak bisa lepas dari esensi tugas seorang profesi dokter: melayani masyarakat dan lebih humanis dalam setiap langkah dan kebijakan yang diambil.

    Salah satunya, lewat "proyek sosial" Ascendia.


    Founder (pendiri) Ascendia itu mengatakan, latar belakangnya sebagai seorang dokter, membuatnya memberikan pendampingan tentang informasi kesehatan. Sebuah informasi dan pengetahuan yang sangat dibutuhkan para penyandang disabilitas.

    "Permasalahan teman-teman disabilitas ini sangat kompleks. Seringkali, mereka berada di tengah keluarga yang tidak mampu. Dengan kondisinya, disabilitas tak memiliki akses baik pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya. Sudah begitu, lingkungan tak mendukung dan menganggap mereka beban. Keberadaan Yayasan Ascendia ini diharapkan akan membuat mereka berdaya dan mandiri bukan dikasihani," ujar tokoh muda yang punya segudang prestasi sejak pelajar tersebut.

    Ya, "melepas baju dokter" bagi seorang Dr Reza, seperti menjadikannya melakoni esensi profesi seorang dokter. Melalui perusahaan dan Yayasan Ascendia, putra pertama pasangan Mohammad Yahya Fuad-Lilis Nuryani tersebut memberikan ketrampilan kepada para penyandang disabilitas. Juga akses pendidikan bagi mereka.

    Tak setengah-setengah, dr Reza mendirikan Disablitas Center, yang menjadi "rumah"  bagi para penyandang disabilitas di Kebumen. Tempat mereka belajar, mengakses pendidikan, mengasah ketrampilan. Sejumlah penyandang disabilitas pun kini bisa sekolah dan memiliki bekal ketrampilan kerja. Baik ketrampilan pijat hingga modelling. "Seorang dokter seharusnya bisa melayani dimana saja. Tidak sekedar di rumah sakit atau ruang praktek," kembali dr Reza mengingatkan. (cah)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top