BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA VARIO DUO

    Rabu, 02 Oktober 2019

    12 Kamar Asrama MTsN 1 Ludes Terbakar

    gambar sekedar  ilustrasi
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Asrama pelajar putra MTsN 1 Kebumen mengalami kebakaran hebat, Rabu (2/10/2019) pagi. Kebakaran yang membuat belasan kamar hangus itu diduga disebabkan korsleting listrik. Untung, tidak ada korban dalam insiden ini.

    Kepala Satpol PP Kebumen R Agung Pambudi melalui Kasi Pemadam Kebakaran Teguh Sumarno menyampaikan kejadian berawal ketika pukul 03.00 WIB. Kala itu muncul kobaran api kecil yang dilihat oleh siswa. Malihat situasi itu, para pelajar bersama dengan guru dan penjaga sekolah pun mencoba memadamkankannya. Ini dilakukan dengan cara menyuram api menggunakan air berbekal ember.

    Namun upaya pemadaman api ternyata tidak berhasil.  Api dengan cepat membesar dan melahap semua yang ada. Akhirnya ada yang menghubungi pemadam kebakaran. Sembari menunggu pemadam, para siswa dan guru tetap berusaha sebisa mungkin menjinakkan amukan si jago merah. "Upaya pemadaman oleh siswa dan guru tidak berhasil karena api cepat membesar. Ada yang melapor ke pemadam," katanya.

    Dijelaskan Teguh, api cukup cepat melahap bangunan. Ini lantaran didalamnya terdiri dari perabot yang mudah terbakar. Total 12 kamar asrama putra tidak dapat diselamatkan.

    Semua barang dan prabot seperti kasur, meja, lemari, kursi, buku maupun atap bangunan. Petugas damkar dari empat unit tangki baru berhasil melakukan pemadaman setelah satu setengah jam berusaha memadamkan api dan pendinginan.  "Luas areal yang terbakar sekitar 100 meter persegi dengan kerugian mencapai Rp 500 juta," jelasnya.

    Terpisah salah satu wali murid MTs N 1 Kebumen Mohamad Solahudin MPdI menyampaikan terbakarnya asrama  memberikan hikmah atau pelajaran berharga. Ini khususnya bagi para santri atau siswa yang tinggal di asrama dan umumnya bagi seluruh pelajar.

    Ini  untuk lebih berhati-hati, disiplin tertib dan waspada dalam menggunakan fasilitas di asrama ataupun di rumah. “Penting juga kiranya untuk diberikan praktik penanganan cepat atas tragedi kebakaran semacam ini. Dengan itu akan meningkatkan peran ekstra kurikuler dan bisa juga bekerjasama dengan instansi terkait,” ucapnya yang juga merupakan Ketua Pergunu itu. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top