BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA SUPRA GTR

    Sabtu, 21 September 2019

    Wawasan Kader Posyandu Kebumen Diuji

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Sebanyak  35 puskesmas  dari 26 kecamatan mengikuti kegiatan Jambore Kader Posyandu Tingkat Kabupaten Kebumen tahun 2019 di Bale Petanahan Hotel Candisari Karanganyar, Kamis (19/9/2019).  Mereka diuji wawasan Posyandu, uji ketrampilan alat peraga, penyuluhan kesehatan dan lainnya.

    Hadir kemarin, Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugianto yang secara resmi membuka kegiatan. Wabup Arif mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi para kader Posyandu dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya para ibu dan bayi.

    "Kegiatan ini sangat  penting untuk menyukseskan program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat. Diharapkan para kader dapat lebih terampil, cerdas dan tetap semangat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," kata Wabup.

    Wabup juga berpesan kepada seluruh pemerintahan desa dan stakeholder terkait agar mendukung penuh keberadaan Posyandu serta menggerakan para kader untuk semakin aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan.

    "Posyandu ini sebagai upaya preventif dan promotif serta dapat memberi kontribusi yang cukup signifikan dalam cakupan imunisasi dan menekan angka kematian ibu dan bayi," jelas Wabup.
    Sementara itu Kepala Dinkes Kebumen, dr Hj Rini Kristiani MKes jumlah kader Posyandu pada tahun 2018 mencapai 10.937. Dari jumlah tersebut, ada 10.698 kader aktif.

    Sedangkan cakupan strata meliputi Strata Pratama sebanyak 18 pos, Madya 253 pos, Purnama 911 pos dan Mandiri 910 pos, sehingga total 2.092 posyandu.  "Namun jumlah kader dan sarana prasarana posyandu masih belum ideal. Sarana prasarana posyandu masih kurang dan kader posyandu masih belum memiliki kompetensi maupun kapasitas yang ideal. Jadi masih terus dilakukan pembinaan dan pelatihan ketrampilan buat kader," ujar Rini Kristiani.


    Rini Kristiani menambahkan bahwa saat ini Dinkes menghadapi banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.  "Utamanya masalah stunting dan ODF yang jadi program nasional agar dapat segera dituntaskan. Karenanya saya minta dukungan dari semua lapisan masyarakat maupun pemerintah desa agar mengalokasikan dana desa untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat desa itu sendiri," ujarnya.(fur/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top