BPJS

BPJS

Job Fair 2019

  • Berita Terkini

    HONDA CBR 150

    Kamis, 29 Agustus 2019

    "Siswa di Kebumen Berhamburan karena Gempa"

    Saefur Rohman / Kebumen Ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Awalnya, suasana di sekolah menengah pertama di wilayah pesisir Selatan Kebumen terlihat normal. Semua beraktivitas seperti biasa dan belajar dengan tenang.Namun, menjelang siang, sekitar pukul 09.00 WIB, kondisi berubah drastis.

    Papan tulis tiba-tiba bergetar diikuti benda-benda di dalam ruang kelas. Sontak kepanikan memuncak setelah terjadi gempa bumi kekutatan 8,8 SK hingga para siswa, guru dan karyawan berhampura keluar ruangan. Sebagian  merunduk, berlindung di bawah kolong meja, di sudut ruangan. Sebagian lainnya, berlari menjauh dan menuju titik kumpul di lapangan sekolah.

    Situasi itu merupakan gambaran dari simulasi terjadinya bencana gempa bumi pada saat pengembangan Sekolah Aman Bencana (SAB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen yang digelar Kamis (29/8/2019).

    Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Kabupaten Kebumen, Kuat Handoko, melalui Kasie Kesiapsiagaan Sri Sugiarti Indraswati S Sos, mengatakan kegiatan Pengembangan Sekolah Aman Bencana (PSAB) diikuti sebanyak 200 peserta dari 5 sekolah yakni diantaranya SMP N 2 Mirit, SMP N 1 Ambal, SMP N 1 Buluspesantren, SMP N 1 Petanahan, dan SMP N 1 Puring.

    "Kegiatan ini bertujuan sebagai dasar pengetahuan bagi warga sekolah akan kesiapsiagaan dan cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana, dan bisa sosialisasikan kepada masyarakat," katanya.

    Sementara itu, Sri Sugiarti menambahkan, kegiatan yang digelar selama tiga hari itu diakhiri dengan simulasi bencana gempa bumi. Dalam simulasi itu para siswa juga praktek baik cara berlindung, pertolongan pertama dan evakuasi. Mereka mendapat pendampingan dari team fasilitator PMI Kabupaten Kebumen.

    "Para siswa praktek bagaimana cara mendata jumlah korban, dan melakukan pertolongan pertama sehingga saat terjadi bencana sungguhan mereka telah siap," ungkap Sri Sugiarti didampingi fasilitator tingkat nasional PMI Kabupaten Kebumen Hendrik Ari Dermawan SE MM.

    Sri Sugiarti berharap adanya pengembangan sekolah aman bencana ini warga sekolah bisa mengetahui potensi bencana di wilayah sekolah dengan minimal membuat peta bencana. (fur)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top