• Berita Terkini

    Selasa, 30 Juli 2019

    Siswa SMK Purnama 2 Gombong Ciptakan "Alat Anti Kecelakaan KA"

    Berawal dari Keprihatinan, Berharap Dipatenkan


    Cherly Rahmawati, siswi SMK Purnama 2 Gombong, berhasil membawa harum nama Kebumen di ajang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Jalan tingkat Provinsi Jateng. Tak hanya itu, inovasinya berupa  alat pendeteksi kereta yang akan melintas di sebuah perlintasan menuai banyak pujian.
    -----------------------------
    CAHYO K, Gombong
    -----------------------------
    "Awas kereta mau lewat, mohon Berhenti!". Suara itu keluar dari sebuah pengeras suara mini yang dipasang pada sebuah maket kereta api. Maket terbuat dari bahan styrofoam dan bahan-bahan lain, menggambarkan rel kereta api di wilayah Kebumen barat. Lengkap dengan kereta api, stasiun, terowongan ijo hingga sebuah sekolah. Yang menjadi pusat perhatian, sebuah alat  alat pendeteksi kereta yang akan melintas di sebuah perlintasan.

    Setiap kereta melintas, alat itu berbunyi dan memberikan peringatan bagi pengendara. Menariknya, isi peringatan bisa diubah-ubah. Kita tinggal merekam suara pada sebuah alat perekam. Suara itu akan keluar saat kereta api melintas di depan 'peralatan anti kecelakan KA karya Cherly Rahmawati.

    Ditemui kemarin, Cherly Rahmawati, mengungkapkan peralatan "bernama resmi" Sistem Pengamanan Perlintasan KA itu berawal dari keprihatinannya akan banyaknya kasus kecelakaan kereta api di perlintasan sebidang yang tidak dijaga petugas di Kebumen.

    Dengan bimbingan gurunya Supriyono SKom, Cherly yang merupakan siswi kelas 12  jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) menggali ide. Muncul gagasan yang lebih spesifik, yakni membuat alat untuk mendeteksi kereta yang akan melintas di sebuah perlintasan. Dengan alat itu, para pengendara yang lewat akan diperingatkan jika akan ada kereta yang melintas.


    Alat buatan Cherly ini menggunakan proximity sensor. "Proximity sensor merupakan perangkat yang berfungsi sebagai pendeteksi perubahan jarak suatu benda terhadap sensor tersebut," kata Cherly, Senin (28/7/2019).

    Dia lantas menjelasan cara kerja sensor. Alat ini dipasang pada lokasi sebelum rel KA tanpa pengaman. Kemudian sensor mengirimkan sinyal para lampu serta perekam suara. Jadi sensor mendeteksi kereta api melintas akan mengirimkan sinyal menghidupkan lampu dan pengeras suara yang di pasang perlintasan.


    "Pengendara yang akan lewat dapat mengetahui akan ada kereta api yang melintas sehingga mendahulukan jalannya kereta api alias tidak menerobos," ujar Cherly.

    Atas hasil karya inovasi ini, Cherly terpilih sebagai Inovasi Terbaik dalam Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Jalan tingkat Provinsi Jateng. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Jateng pada 22-25 Juli 2019 itu diikuti oleh perwakilan pelajar dari 35 kabupaten/kota di Jateng. Pada kegiatan itu, Cherly yang mewakili Kebumen masuk dalam lima besar.


    "Dengan alat ini harapannya dapat menurunkan angka kecelakaan kereta api di perlintasan tanpa palang pintu," ujar anak pertama pasangan Nyamin (42) dan Miswati (38)  warga Desa Tunjungseto, Kecamatan Sempor tersebut.

    Guru pendamping Cherly,

    Supriyono SKom, menyampaikan peralatan tersebut sudah diujicobakan. Hasilnya pun sesuai dengan harapan. Hanya tinggal penyesuaian kecil. Salah satunya, soal bagaimana nantinya sistem pengamanan dibuat bila nantinya peralatan itu diaplikasikan di lapangan. "Secara umum sudah bekerj baik. Hanya memang perlu dipikirkan bagaimana agar tidak mudah dirusak orang iseng atau tidak bertanggung jawab," katanya.

    Kepala SMK Purnama 2 Gombong Soetopo HS menjadi salah satu orang yang paling bangga dengan prestasi Cherly. Apalagi SMK  Purnama 2 Gombong satu-satunya sekolah swasta yang lolos 10 besar. Dia berharap salah satu karya peserta didiknya itu dapat dikembangkan dan bisa diterapkan pada perlintasan KA yang tidak  dijaga petugas.
    "Lebih lagi, inovasi itu dapat dipatenkan untuk menghargai karya cipta anak bangsa," ujarnya didampingi Anggota Komite SMK Purnama 2 Gombong Ir Joko Waluyo.


    Dia mendorong kepada para siswa dan guru untuk trus kreatif dan inovatif. Bermacam permasalahan yang ada, jika disikapi dengan pemikiran kreatif akan menghasilkan sebuah inovasi baik.  "Cara berpikir kreatif perlu dibiasakan  agar para peserta didik dapat mencari solusi dalam setiap  persoalan yang dihadapi," ujar Soetopo.


    Sementara itu, Kepala Bidang Teknik Keselamatan Transportasi pada Dinas Perhubungan Kebumen Eko Widiantoro mengatakan atas nama Pemkab Kebumen khususnya Dinas Perhubungan, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Kepala SMK Purnama 2 Gombong beserta guru dan komite.

    Inovasi terhadap aspek keselamatan di perlintasan KA sebidang yang tidak dijaga petugas mendapatkan apresiasi sebagai Inovasi Terbaik pada Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Jalan tingkat Provinsi Jateng. "Secara umum tahun 2018 sebagai perbandingan Kebumen hanya masuk tujuh besar atau meningkat dua peringkat," ujar Eko Widiantoro.(*)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top