BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA CRF

    Rabu, 31 Juli 2019

    Kepala BNPB: Bencana Tsunami Bisa Berulang

    Saefur Rohman / Kebumen Ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, Jawa Tengah termasuk wilayah di Indonesia yang sangat rawan terjadi bencana. Termasuk di dalamnya gempa hingga tsunami.

    Sejumlah pengalaman di masa lampau menunjukkan, bencana gempa bumi yang menimbulkan tsunami bisa terulang. Oleh karena itu,  Doni Monardo mengajak seluruh lapisan masyarakat tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana agar tidak menimbulkan korban jiwa.

    Hal itu diungkapkan Doni Monardo pada rangkaian kegiatan Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami (EDT) di Kabupaten Kebumen, Selasa (29/7/2019). Saat itu, Tim Ekspedisi EDT tiba di Kebumen dari Kabupaten Purworejo. Usai penerimaan pataka, kegiatan dilanjutkan dengan penghijauan di  Pantai Laguna di Desa Lembupurwo Kecamatan Mirit.

    Hadir kemarin,  Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, Bupati Kebumen Yazid Mahfudz. Para siswa dan jajaran OPD hingga Forkopimda turut hadir.

    Doni Monardo menjelaskan, Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami (EDT) merupakan upaya mitigasi bencana di wilayah Jawa. Ia menyebutkan bahwa di Indonesia pada masa lampau sudah seringkali terjadi bencan gempa bumi dan yang menimbulkan tsunami.

    Dan, sebagai sebuah siklus keseimbangan alam, bencana tersebut dapat terulang. "Kami juga mengajak semuanya untuk membantu mensosialisasikan kepada masyarakat. Termasuk simulasi penanganan bencana ini harus menyentuh hingga tingkat keluarga agar ketika terjadi bencana tidak ada korban jiwa," ucapnya.

    Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo mengatakan, penanaman mangrove dan cemara laut di kawasan pesisir merupakan salah satu langkah pengamanan jangka panjang pesisir selatan dari ancaman gelombang tinggi dan bencana tsunami.

    "Semua sudah tahu kondisi Indonesia termasuk wilayah Jateng khususnya Kebumen merupakan supermarket bencana. Selatan jawa merupakan daerah rawan bencana maka perlu melakukan pencegahan sejak dini," kata Gubernur Ganjar.

    Di saat yang sama, Ganjar juga menekankan pentingnya sosialisasi kebencanaan yang harus dilakukan secara masif dan menyasar seluruh elemen masyarakat. Termasuk di dalamnya, masyarakat pesisir selatan. Baik petambak, nelayan, pedagang, aparat pemerintah hingga pelajar.

    Dengan demikian, masyarakat akan tahu tentang langkah penanganan apabila terjadi gempa besar maupun tsunami. Ganjar juga meminta warga tidak takut bila ada berita soal bencana di media. "Jika ada informasi ada berita bencana nggak usah takut. Kita hidup di wilayah yang rawan bencana,"  kata Ganjar kepada awak media.

    Ekspedisi Destana Tsunami sendiri digelar Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 12 Juli hingga 17 Agustus mendatang menyasar 5 provinsi dengan 24 kabupaten/kota. Kebumen menjadi salah satu wilayah yang dilewati. Usai dari Kebumen, estafet dilanjutkan ke Kabupate Cilacap. (fur/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top