BPJS

BPJS

Job Fair 2019

  • Berita Terkini

    HONDA CBR 150

    Rabu, 26 Juni 2019

    Program Pertanian Antarkan Taufik Menjadi Kades

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Mengusung program pertanian sebagai visi misi dalam pencalonan kepala desa, ternyata sukses mengantarkan H Taufik Hidayat ST. Pihaknya sukses meraih suara terbanyak pada pilkades yang dilaksanakan di Desa Semondo Kecamatan Gombong, Selasa (25/6/2019).

    Di desa tersebut terdapat tiga calon kepala desa. Pertama yakni Sukimin memperoleh 349 suara. Calon nomer dua yakni Puguh Setyawan Kuncoro mendapat 858 suara dan H Taufik Hidayat ST yang mendapat 942 suara. Dengan hasil tersebut H Taufik Hidayat ST terpilih menjadi Kepala Desa Semondo Gombong.

    Saat ditemui awak media H Taufik Hidayat ST menyampaikan, pihaknya mencalonkan diri menjadi kepala desa untuk memakmurkan masayarakat. Hal ini lantaran pertanian di Desa Semondo masih perlu mendapatkan penanganan. Salah satu programnya yakni lelang sawah dengan pembayaran saat panen. “Untuk sawah persemakmuran yang dilelang masyarakat , banyaknya setelah panen,” tuturnya.

    Selain itu lanjutnya, perlunya penanganan pertanian di Desa Semondo. Dengan demikian maka hasil panen akan meningkat. Itu akan berdampak pada peningkatan pendapatan yang berujung pada kesejahteraan masyarakat. “Kalau hasilnya optimal, tentunya pendapatan petani akan naik,” katanya.

    Perbaikan pertanian dilaksanakan dengan memperbaiki saluran irigasi dan penyediaan air. Salah satu yang menjadi kendala pertanian yakni persoalan air. Untuk itu ke depannya diperlukan embung atau penampung air hujan. Dengan demikian air dapat digunakan untuk mengairi sawah. “Perlunya adanya penampung air hujan. Air hujan akan ditampung untuk kemudian digunakan untuk mengairi sawah saat musim kemarau,” paparnya.

    Bukan hanya itu saja, persolan warga miskin yang belum mendapatkan santunan dari pemerintah pusat, juga akan dibantu dengan dana desa. Hal ini seperti warga yang sebelumnya mendapatkan jatah Beras Miskin (Raski) namun kemudian tidak mendapatkan Beras Sejahtera (Rastra). “Hal seperti inilah yang kemudian akan ditanggung oleh desa. Karena yang bersangkutan memang benar-benar membutuhkan,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top