BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA SUPRA GTR

    Jumat, 28 Juni 2019

    Nestapa Via Bocah di Kebumen, Tak Bisa Sekolah karena Gagap

    fotosaefur/ekspres
    Ceria, Namun Menangis Saat Melihat Teman-temannya Berangkat Sekolah



    Sepintas, tak ada yang aneh pada diri Via Dea Restu. Gadis kecil berumur 13 tahun itu, terlihat sama seperti bocah lain. Sehat dan menggemaskan. Namun, wajah lucu dan menggemaskan itu tak semanis nasibnya.
    Ya, bocah warga  RT 10 RW 03 Dukuh Tinatah, Desa Wonokromo, Kecamatan Alian itu tak bersekolah seperti bocah lain sebayanya. Ini lantaran Via Dea gagap saat berbicara.

    -------------------------
    A Saefurrohman, ALIAN
    -------------------------
    VIA hanya bisa termenung saat pagi hari, ketika melihat teman sebayanya berangkat ke sekolah. Itu pula yang membuat kakek neneknya pasangan suami istri,  Saridi (60)-Sulasmi (58), sedih bukan kepalang.

    Kepada awak media, Sulasmi mengatakan, apa yang dialami cucunya tersebut tak lepas dari masa kecilnya dahulu. "Dari kecil dia sudah sakit hingga badannya lemas tak berdaya. Sering keluar masuk rumah sakit dan habis biaya banyak. Sekarang dia gagap sulit berbicara," ujar Sulasmi (58), ditemui wartawan, Kamis (20/6) lalu.

    Meski gagap saat berkomunikasi, keseharian Via tak berbeda dengan anak-anak yang lain. Ia suka berlarian di halaman rumah kakek-neneknya yang berada tak jauh dari Sungai Lukulo.  Hanya saat teman-temannya berangkat sekolah, Via hanya bisa termenung memandanginya dengan muka lesu sembari matanya berkaca - kaca.

    Sulasmi pun mengaku sedih saat melihat hal itu. Namun, apa boleh buat. Mereka tak bisa berbuat banyak untuk saat ini. Kondisi ekonomi tak memungkinkan menyekolahkan Via di sekolah disabilitas.

    Selama ini, Via hanya tinggal bersama kakek dan neneknya. Sementara sang Ibu, Pujiati (35) merantau dan bekerja sebagai buruh untuk menopang kehidupan mereka. Tal hanya soal materi membuat Via tak dapat sekolah namun, Sulasmi mengatakan hal itu diperparah saat kedua orang tuanya mengalami broken home.  "Ibunya cerai, sekarang dia bekerja di Jakarta, saya juga bekerja di Jakarta jika di rumah hanya sama kakeknya saja," kata Sulasmi.

    Kondisi itu membuat Saridi dan Sulasmi hanya bisa merawat sebaik mungkin Via.  Gagap yang dialami Via tak melunturkan kasih sayang mereka. Apalagi, Via dikenal sangat rajin. "Jika bangun tidur selalu merapikan tempat tidurnya, rajin bersih-bersih rumah juga," kata Saridi (60) sang kakek.

    Via sendiri tetap ceria. Bahkan saat ditanya oleh wartawan dan diajak berfoto, ia dengan cekatan berpose. Hanya saja saat menjawab pertanyaan, artikulasi suara Via tidak terdengar jelas. Ya, Via gadis yang suka mengikat rambutnya ke belakang itu membutuhkan bantuan piha-pihak yang peduli.(*)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top