• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Rabu, 19 Juni 2019

    Musim Hajatan, Harga Komoditas Pangan Naik

    KEBUMEN(kebumenekspres.com)-Pada Bulan Syawal, Dzulqa'dah dan Dzulhijjah biasa diwarnai dengan berbagai kegiatan hajatan. Hajatan yang kerap dilaksanakan pada bulan-bulan tersebut yakni pernikahan. Hal ini ternyata berdampak pada naiknya harga komoditas pangan. Padahal pasca lebaran kemari harga sempat turun.

    Pasca lebaran penurunan harga sebenarnya cukup signifikan. Bahkan mencapai 40 persen. Namun musim hajatan ini harga kembali merangkak naik. Hajatan pernikahan umum dilakukan diakhir tahun hijriyah. Ini salah satunya mendasar pada kepercayaan masyarakat. Dimana pernikahan dan boyongan sebaiknya dilaksanakan dalam tahun yang berbeda.

    Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kebumen menyatakan harga satu kilogram cabai merah besar naik. Ini dari Rp 29 ribu menjadi Rp 40 ribu. Harga cabai kriting juga melonjak menjadi Rp 40 ribu. Dari Rp 14 ribu kini harga cabai rawit merah tembus Rp 20 ribu perkilonya. Sedang rawit hijau harganya turun menjadi Rp 20 ribu dari Rp 27 ribu.

    Komoditi bawang putih yang sempat turun di harga Rp 31.500 kini naik menjadi Rp 33 ribu. Harga bawang merah cenderung stabil pada harga Rp 29 ribu perkilogramnya. Telur ayam kampung tetap Rp 46.200 perkilogram. Telur ayam negeri menurun menjadi dari Rp 23.000 menjadi Rp 22.500 perkilogram.

    Harga daging sapi kualitas I stabil dibanderol Rp 130 ribu. Untuk dan kualitas II Rp 120 ribu perkilogramnya. Daging ayam ras justru menurun menjadi Rp 29.500 dari Rp 33.500 perkilogram. Sedangkan ayam kampung justru masih stabil di harga Rp 70 ribu perkilo.

    Harga cenderung stabil pada komoditi sembako. Beras jenis IR64 premium stabil di harga Rp 9.350 dan medium Rp 7.750 perkilogram. Begitu pula harga minyak goreng curah masih tetap Rp 9.750 perkilogram. Gula pasir kristal Rp 12.500. Tepung terigu perkilogram Rp 8 ribu dan garam halus beryodium Rp 8 ribu perkilogramnya.
    Salah satu pedagang di Pasar Tumenggungan Wijiati mengamukakan kenaikan harga sejumlah komoditi tidak terlepas dari Bulan Syawal. Dimana Syawal kerap menjadi momentum hajatan seperti pernikahan oleh banyak masyarakat. Tentu permintaan beberapa komoditi meningkat pada hal semacam ini. "Karena musim hajatan makanya naik mas,"
    tuturnya, Selasa (18/6/2019).

    Dijelaskannya, kendati tinggi permintaan, namun stok dagangan masih baik. Bahkan stok untuk dagangan masih cukup untuk kebutuhan masyarakat. Pasalnya, saat ini cuaca kemarau membuat hasil komoditi dari petani baik. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top