• Berita Terkini

    Minggu, 23 Juni 2019

    Korban Gantung Diri di Sruweng Dikenal sebagai Sosok Pendiam

    ahmad Saefur Rohman / Kebumen Ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Turiso (32) warga Desa Pandansari Kecamatan Sruweng, Minggu (23/6/2019), ditemukan meninggal gantung diri di tepian sungai tak jauh dari rumahnya, RT 5 RW  4, Dukuh Lemahrata, desa setempat.

    Kondisinya sangat mengenaskan. Selain sudah membusuk, rambut dan kulit kepala sudah mengelupas bahkan tidak bisa dikenali.

    Hingga berita ini diturunkan, belum jelas benar apa yang terjadi dengan korban. Hanya, berdasarkan penuturan warga, korban sudah pergi dari rumah sejak 8 Juni atau sekitar 15 hari sebelum ditemukan.

    "Informasi terakhir korban terlihat terakhir pada 8 Juni. Namun, saat istrinya pulang dari kondangan, korban sudah tidak ada di rumah. Korban pergi tanpa pamit," kata  Nurhakim (34), tetangga korban.

    Sejak saat itu, korban tak kunjung pulang ke rumah. Meski begitu, warga tidak merasa curiga. "Dia biasa begitu, pergi tanpa pamit. Tiba-tiba pulang," katanya.

    Selama ini, korban diketahui sering bolak-balik ke Jakarta. Korban yang biasa disapa oleh tetangganya Tutur itu bekerja serabutan. Di mata keluarga, korban dikenal sbagai orang yang baik dan tidak pernah memiliki masalah apapun dengan tetangga.

    "Pribadinya pendiam sih, tidak banyak cerita. Namun dia baik, sama tetangga juga baik, seringnya pergi merantau," kata Siman (54) tetangga korban lain.

    Korban meninggalkan 2 orang anak. Sat sudah duduk di kelas 6 SD sementara satunya, masih balita beumur 3 tahun.


    Turiso, alias Tutur, ditemukan tak bernyawa tepi sungai, Dukuh Lemah Rata RT 03 RW 05 Desa Pandansari, Kecamatan Sruweng,, Minggu (23/6/2019) sekitar pukul 21.30 WIB.   Saat ditemukan, mayat tersebut kondisinya sudah membusuk.

    Jenasahnya lantas dievakuasi polisi pada Minggu.

    Sebelumnya sejumlah warga mengaku sempat mencium bau busuk menyengat dari sekitar lokasi. Namun, pemukiman warga yang berdekatan dengan hutan membuat mereka tak merasa curiga.

    "Saya mencium bau busuk sekitar satu minggu yang lalau, saat menebang kayu di atasnya tapi saya tidak tau kalau bau itu jasad manusia. Tadinya saya kira bangkai hewan," kata Sayat (54) pemilik lahan.(fur/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top