BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA VARIO DUO

    Selasa, 11 Juni 2019

    Hindari Gesekan dengan Opang, Ojol Minta Titik Jemput Penumpang

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Komunitas ojek online (Ojol) yang tergabung dalam organisasi Ojol Kebumen Kota (OKK) berharap tersedia titip jemput penumpang. Ini berlaku untuk titik-titik tranportasi seperti stasiun dan terminal. Pasalnya jika tidak ada titik jemput penumpang akan kesulitan dalam menggunakan layanan jasa ojol.

    Titik jemput juga berfungsi untuk meminimalisasi terjadinya kesalahpahaman antara ojol dengan para pelaku ojek pangkalan (Opang).

    Harapan tersebut disampaikan oleh Pembina OKK Kebumen Candra Hermawan kepada Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. Ini saat  acara ramah tamah bersama ojol Kebumen dan santunan anak yatim. Kegiatan dilaksanakan di Rumah Dinas Wabup, Senin (10/6).

    Acara dihadiri oleh 36 anak yatim dari panti asuhan Asih Pejagoan. Selain dihadiri pula oleh ratusan anggota OKK dari Grab dan Gojek. Bukan itu beberapa teman Wabup Arif juga turut menghadirinya. Acara ditutup dengan makan nasi penggel bersama-sama.

    Penasehat Ojol Kebumen Kota (OKK) Candra Hermawan mengemukakan adanya titik penjemputan, dapat mencegah terjadinya kesalahpahaman dengan ojek pangkalan. Seperti belum lama ini kesalahpahaman terjadi di dekat Terminal Bus Kebumen. Guna mengantisipasi kejadian serupa, driver online berharap disediakan titik jemput penumpang di dekat zona merah.

    Disisi lain, hal itu juga memudahkan para penumpang dalam menggunakan jasa ojek online. Menurutnya, hal ini juga menjadi solusi permasalahan ojol dan opang di zona merah. "Beberapa daerah sudah menerapkan titik jemput. Salah satu yang terdekat dengan Kebumen yakni  Magelang. Sehingga kejadian seperti kemarin di Terminal dapat dihindarkan," tuturnya.

    Candra juga menyampaikan sebetulnya pihaknya berharap tidak lagi ada zona merah di Kebumen bagi driver online. Kendati demikian, pihaknya juga menghormati adanya opang di lokasi zona merah seperti stasiun dan terminal. Diakuinya, belum tersedianya titik penjemputan kerap menjadi pemicu kesalahpahaman dengan opang. "Selama ini kami sudah berapa melakukan pembicaraan dengan opang untuk mencari win win solution," akunya.

    Wabup H Arif menyampaikan antara ojol dan opang masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan satu sama lain. Adanya ojol juga disambut baik oleh masyarakat. Terkait titik jemput dan zona merah dapat dikomunikasikan dengan masing-masing pihak. “Berkaitan dengan titik jemput tersebut, nanti koordinatornya akan kami komunikasikan bersama,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top