BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA SUPRA GTR

    Senin, 17 Juni 2019

    Begini Kronologi Lengkap Dua Perempuan Disambar KA di Kebumen

    Saefur Rohman / Kebumen Ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Kecelakaan maut melibatkan kereta (KA) terjadi di perlintasan tanpa palang pintu, persisnya di KM 515 RT 3 RW 1 Desa Kebulusan Kecamatan Pejagoan, Minggu (16/6/2019) sekitar pukul 13.58 WIB. Dua orang perempuan menjadi korban dan tewas di lokasi kejadian.

    Dua perempuan malang tersebut, Siti Al Khosiyah (40) dan Sofiyah (43), dua perempuan bertetangga warga Dukuh Jonggol Desa Aditirto Kecamatan Pejagoan.

    Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian berawal saat korban berboncengan sepeda motor  Honda Beat bernomor polisi AA 6838 MW. Sofiah berada di depan. Sesampai di lokasi, dua korban menyeberangi rel dari arah Utara ke Selatan.

    Tanpa mereka sadari, melaju kencang KA Lodaya jurusan Bandung-Solo dengan Masinis  Sigit Mawardi, asisten masisnis Suryanto dan satu kondektur Ahmad Komara. Tak ayal, korban berikut sepeda motor terhantam kereta. Kerasnya hantaman kereta membuat korban terseret sejauh 37 meter. Sementara sepeda motor korban terseret hingga 94 meter dan ringsek.

    Kapolres Kebumen, AKBP Robertho Pardede melalui Kasubag Humas, Kompol Suparno, membenarkan kejadian tersebut. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban meninggal di lokasi karena lukanya parah. "Diduga korban ini tidak menengok kiri kanan saat hendak menyeberang rel sehingga tertabrak kereta," kata Kompol Suparno yang didampingi Kapolsek Pejagoan, AKP R Widiyanto, tadi malam.

    Secara terpisah, Humas PT KAI DAOP V Supriyanto, membenarkan adanya kecelakaan kereta di Pejagoan. Menurutnya, masinis sudah berupaya sebisa mungkin untuk mencegah agar itu tidak terjadi.

    "Sebelum menemper motor berulang kali masinis sudah membunyikan klakson akan tetapi korban tidak mengindahkan akhirnya menemper KA," katanya.

    Pada bagian lain meninggalnya korban meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Sodiah (60), yang masih kerabat Sofiyah mengaku tidak mendapat firasat apapun soal musibah kemarin.

    Pada hari kejadian, Sofiyah  warga RT 1 RW 1 Desa Aditirto Kecamatan yang sehari-hari berprofesi buruh genteng itu pergi kondangan atau ke tempat hajatan. Pulang dari kondangan, Sofiyah pamit kepada keluarganya hendak ke pasar.

    Belakangan diketahui, Sofiyah berangkat bersama Siti Alkhosiyah warga RT 1 RW
    4 Dukuh Jonggol Desa Aditirto Kecamatan Pejagoan. "Tidak ada firasat apa-apa, tiba-tiba ada kejadian begini," kata Sodiah dengan menahan duka. (cah/fur)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top