BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA CRF

    Rabu, 08 Mei 2019

    Kemendikbud Temukan 126 Kecurangan UNBK

    JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merilis sebanyak 126 pengaduan kecurangan, selama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA/SMK/MA berlangsung. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yakni 79 kasus.

    Dari laporan tersebut, bentuk kecurangan yang kerap dilakukan seperti mengambil gambar soal ujian nasional yang ada di komputer kemudian disebar melalui jejaring media sosial. Provinsi yang paling banyak mengadukan kecurangan adalah Jawa Timur.

    Hal ini diungkapkan Inspektur Jenderal Kemendikbud Muchlis R Luddin, Selasa (7/5/2019). "Kami telah memberi sanksi nilai nol untuk mata pelajaran yang dilaporkan. Bagi para siswa tersebut, mereka tidak diperkenankan lagi mengikuti UN susulan," terangnya.

    Dijelaskan, UN susulan hanya diberikan bagi siswa yang berhalangan dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara para siswa yang melakukan kecurangan akan diberikan UN perbaikan.

    Hukuman sosial juga diterapkan, salah satunya memberikan siswa tersebut dua keterangan. Yakni yang menjelaskan nilai nol dan yang kedua adalah nilai UN perbaikan.

    "Jadi siswa yang ketahuan curang akan diberikan dua surat keterangan yang kami berikan. Jadi seperti itu. Tinggal masyarakat atau perusahaan dan universitas yang bisa menilainya," jelas Muchlis.

    Muchlis menambahkan, total kecurangan saat UNBK berlangsung sebanyak 202 pengaduan. Namun setelah diverifikasi lebih lanjut oleh Kemendikbud, baru 126 siswa yang akan dinolkan nilainya.

    "Kecurangan cuma lewat foto tidak ada metode lain. Karena membawa handphone atau smartphone. Itu yang tidak pernah kita hitung. Jadi semakin canggih, kita lupa sehingga yang dikumpulkan hanya handphone yang lainnya lupa," tandasnya.

    Diketahui, UN tingkat SMA/MA tahun ini diikuti sebanyak 2.019.680 siswa yang mengujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan satu mata pelajaran jurusan.

    Sementara untuk SMK diikuti 1.524.104 siswa dan mengujikan empat mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika , Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan. Untuk SMA jurusan MIPA, hanya pelajaran Kimia yang nilainya terkoreksi, sedang mata pelajaran lainnya meningkat. (fin/tgr)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top