BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA CRF

    Selasa, 14 Mei 2019

    DBD Mengganas di Bumirejo

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Warga masyarakat Kota Beriman sepertinya memang harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus demam berdarah dengue (DBD). Termasuk yang terjadi di Kelurahan Bumirejo Kecamatan Kebumen. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah warga di wilayah tersebut terkena penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegepty tersebut.

    Lurah Bumirejo yang baru saja dilantik menjadi Lurah Kebumen, Bibit Agus Nugroho, mengatakan ada sejumlah warganya yang terindikasi DBD. "Yang sudah terindikasi 6 orang di 2 pedukuhan, yakni RW 4 Gunungmujil dan RW 2 Prumpung, " katanya, Senin (13/5/2019).

    Para penderita bahkan ada yang masih anak-anak. Yakni Susi Hasna Navisa yang masih berusia 10 tahun.

    Kejadian ini, menurut Bibit, sudah dilaporkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Puskesmas III Kebumen dengan melakukan penyelidikan epidemologi. Hasilnya, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas setempat akan melakukan pengasapan (fogging) pada Selasa (14/5)  atau hari ini.

    Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen telah merilis kasus DBD di Kebumen yang cukup tinggi. Di tahun 2019 ini, ada 269 kasus DBD  dengan tiga korban jiwa.
    Yang juga mengkhawatirkan dan harus diwaspadai, terjadi peningkatan kasus DBD dari tahun ke tahun.  Tahun 2017, kasus DBD di Kebumen hanya 58 kasus dengan satu  orang meninggal dunia. Sedangkan tahun 2018, kasus DBD hanya 28 kasus. Kendati tahun 2019 mengalami peningkatan cukup signifikan, namun jumlah masih tinggi pada tahun 2016. Di tahun tersebut jumlah DBD mencapai 482 kasus.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen dr Hj Rini Kristiani meminta warga masyarakat waspada terhadap ancaman DBD. Antara lain dengan menjaga kesehatan lingkungan dengan meminimalisasi tempat-tempat yang dapat digunakan untuk sarang nyamuk.  “Pemberantasan sarang nyamuk dapat dilaksanakan dengan menutup penampungan air, menguras bak mandi dan menimbun barang bekas yang dapat menampung air," kata Rini. (cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top