HONDA VARIO

  • Berita Terkini

    Kamis, 18 April 2019

    Ponpes Al Hikmah Arjomulyo Panen Lele Perdana Program Bioflok

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Pekan ini Pondok Pesantren Al Hikmah Desa Arjomulyo, Kecamatan Adimulyo, melakukan panen lele perdana dari program "Bioflok Masuk Pesantren". Program ini berasal dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pada bulan Desember 2018 lalu.

    Melalui paket program ini, ponpes mendapat paket bantuan 12 bak kolam berdiameter 3 m, benih lele, pakan dan obat ikan, probiotik dan sarana operasional.

    "Pada Senin, 15 April 2019, panen dari 3 kolam berhasil diperoleh 2 kwintal," jelas penanggung jawab sekaligus Pengasuh Ponpes Al Hikmah, Jakra Hadepa Riyadi.



    Teknologi budidaya ikan lele sistem bioflok adalah suatu teknik budidaya melalui rekayasa lingkungan dengan mengandalkan suplai oksigen dan pemanfaatan mikroorganisme, yang secara langsung dapat meningkatkan nilai kecernaan pakan. Teknologi ini bisa menggenjot produktivitas sampai tiga kali lipat dibanding sistem konvensional.



    Dari sisi pakan, teknologi bioflok juga lebih efisien dilihat dari nilai feed convertion ratio (CFR). Dengan sistem konvensional nilai CFR 1,5 yakni untuk menghasilkan 1 kg daging ikan memerlukan 1,5 kg pakan.

    Sementara dengan teknologi bioflok nilai CFR bisa ditekan menjadi 0,8-1,0.

    Menurut Jakra Hadepa Riyadi, setelah mempraktekkan teknologi bioflok, selain dua kelebihan tersebut, masih ada beberapa keuntungan lain yang didapat.



    "Tingkat kematian ikan rendah, tahan cuaca yang berubah-ubah, hemat tenaga, tidak perlu ganti air sampai panen dan air tidak bau," jelasnya.


    Bagi Jakra, konsep ternak lele sistem bioflok juga sesuai dengan kearifan lokal, yakni memanfaatkan alam untuk efisiensi pakan dan mengurangi angka kematian ikan yang  disebabkan oleh suhu udara yg ekstrim dan bakteri.



    "Yang harus diperhatikan adalah kualitas air. Dengan air yang bersih akan menciptakan pertumbuhan ikan yang cepat besar," tambah Jakra.



    Dalam pelaksanaan program "Bioflok Masuk Pesantren" di Ponpes Al Hikmah, Jakra mendapat supervisi dari Budi Santoso, penyuluh lapangan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kebumen.



    Dari hasil panen perdana yang dilakukan, menurut penilaian Jakra keberhasilannya baru 70%. Hal ini turut mendorongnya untuk mengembangkan nutrisi ikan yang diolahnya sendiri.



    "Dalam jangka panjang saya ingin mengembangkan nutrisi yang diformulasikan sendiri. Sementara ini hanya untuk keperluan kolam di Ponpes Al Hikmah dulu," imbuhnya.


    Nutrisi yang sedang dikembangkan Jakra dimaksudkan juga untuk mempertahankan kualitas air.  Bahan-bahan yang digunakan adalah nutrisi buah-buahan, protein dari limbah ikan laut dan rumen.

    "Untuk meningkatkan kualitas pakan, maka pakan pur lele difermentasi dengan bahan-bahan tersebut. Selanjutnya bahan-bahan itu diaplikasikan ke air setiap pekan," papar Jakra.



    Budidaya ikan lele dengan sistem bioflok semakin menambah ragam kegiatan di Ponpes Al Hikmah. Sebelumnya sudah ada kegiatan dari lembaga sosial berupa Panti Asuhan Yatim, Dhuafa dan Terlantar (PAYDT) Al Hikmah dan lembaga pendidikan formal maupun non formal.

    Lembaga pendidikan formalnya berupa TK, SD Islam dan Madrasah Tsanawiyah. Sedangkan lembaga pendidikan non formalnya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Hikmah yang menyelenggarakan program kesetaraan Kelompok Belajar Paket B dan Paket C. (*)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top