• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Selasa, 16 April 2019

    Komunitas Sahabat Lingkungan Ajak Siswa TK Pius Bikin Kompos

    ISTIMEWA
    KEBUMEN(kebumenekspres.com)-Beragam cara dilaksanakan untuk meningkatkan anak cinta lingkungan. Ini salah satunya dilaksanakan dengan menjaga lingkungan agar bersih. Sampah menjadi faktor utama lingkungan kotor. Pengelolaan sampah yang tepat menjadi penentu terciptanya kebersihan lingkungan.

    Ini pula yang dilaksanakan oleh Komunitas Sahabat Lingkungan Kebumen. Komunitas yang beranggotakan mahasiswa ini, aktif mengkampanyekan cinta lingkungan. Salah satunya yakni dengan tour ke sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan cinta lingkungan kepada para siswa.

    Salah satu kegiatan yakni di Taman Kanak-kanaj (TK) Pius Bakti Utama Kebumen. Di sekolah tersebut, Komunitas Sahabat Lingkungan Kebumen, mengajak para siswa untuk membuat pupuk kompos. Ini dilaksanakan dengan memanfaatkan sampah organik berupa dedaunan.

    Ketua Komunitas Sahabat Lingkungan Kebumen Aditya Fradana menyampaikan komunitas Sahabat Lingkungan di bentuk untuk mensosialisasikan tentang cinta lingkungan kepada anak – anak. Komunitas sahabat lingkungan beranggotakan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Ini meliputi IAINU, STIE, UNY, UTY, dan lainnya. “Kegiatan yang dilakukan komunitas sahabat lingkungan adalah mendatangi sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan cinta lingkungan kepada para siswa,” tuturnya, beberapa waktu lalu.

    Sosialisasi,lanjutnya, dikemas kemasan dengan menarik yaitu ice breaking. Ini meliputi tepuk 3R yakni reduce,recycle, reuse. Selain itu dilaksanakan pula praktik pembuatan pupuk kompos. Bukan hanya itu, dalam kegiatan tersebut juga  dilaksanakan kegiatan pemanfaatan barang bekas. “Acara tersebut terus dilakukan setiap minggunya,” ungkapnya.

    Di TK Pius  Bakti Utama Kebumen, anak-anak antusias mengumpulkan sampah organik. Sampah organik berupa dedaunan dibawa siswa dari rumah. Setelah itu sampah dikumpulkan menjadi satu di sekolah.  Langkah selanjutnya, sampah dipotong kecil-kecil.  Ini agar proses pengomposan  cepat.

    Setelah dipotong kecil-kecil, sampah dicampur dengan tanah. Setelah itu ditaruh dalam wadah seperti ember atau barang bekas lainnya. Seiring berjalanya waktu sampah yang bercampur tanah akan menjadi kompos. Kompos merupakan dapat menjadi pupuk dasar yang baik untuk tanaman. “Anak-anak sangat antusias mengkuti kegiatan. Dengan konsep bermain sambil belajar, akan tercipta pendididikan aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top