• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Sabtu, 06 April 2019

    Kebumen Menuju Geopark Global UNESCO

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Kebumen memiliki Taman Bumi (Geopark) nasioal sejak akhir November lalu. Yakni Geopark Karangsambung-Karangbolong. Bukan hanya nasional, kini kabupaten berselogan  Beriman ini sedang menuju geopak internasional yakni Geopark Global UNESCO.

    Menuju hal tersebut sangat diperlukan kesiapan dari masyarakat. Setidaknya terdapat tiga hal penting dalam geopark yakni menjaga kelestarian alam. Edukasi bagi masyarakat dan pengembangan geowisata. Menjaga kelestarian dilakukan dengan tanpa merusak. Untuk edukasi dapat dilakukan baik secara formal, non formal maupun informal.
    Kesiapan masyarakat sangat penting dalam menghadapi pengembangan geowisata. Pasalnya setelah menjadi geopark internasional, wisatawan yang datang tentunya juga dari mancanegara. Hal ini dapat terjadi benturan adat istiadat antara khasanah lokal dan budaya asing.

    “Membahas wisata tidak lepas dari 3S yakni Sun (matahari), Sand (pasir) atau pantai dan Seks. Sun dan sand mungkin tidak menjadi soal. Namun yang Seks bisa jadi masyarakat belum siap,” tutur Camat Sempor Sugito Edi Prayitno SIP saat rapat dengar pendapat di DPRD, Jumat (5/4/2019).

    Rapat dengar pendapat dilaksanakan oleh Komisi A DPRD Kebumen dengan mengundang camat dan kepala desa yang masuk dalam kawasan Geopak Karangsambung-Karangbolong. Terdapat 12 kecamatan dan 117 desa yang masuk dalam Geopak Karangsambung-Karangbolong. Adapun rapat dengar pendapat tersebut dilaksanakan untuk menuju Kebumen Geopark Global Unesco. Rapat juga mengundang ahli dari Universitas Padjajaran (Unpad) Kasno Pamungkas SS MHum.

    Sugito menyampaikan tujuan dari wisatawan melakukan wisata yakni untuk hiburan. Bagi sebagian wisatawan seks menjadi salah satu bagian dari hiburan. Terlebih bagi wisatawan mancanegera.

    Nah dalam hal ini menjadi kesiapan masyarakat sangat diperlukan. Sebab belum tentu Masyarakat Kebumen siap dengan perilaku wisatawan mancanegara. Padahal kalau sudah ditetapkan sebagai wisata internasional, seharusnya semua persiaan sudah dilakukan dengan matang.

    “Wisatawan datang membawa uang. Namun jangan salah selain uang mereka juga membawa kelakuan. Nah sudah siapkah Masyarakat Kebumen dengan kelakuan para wisatawan?. Dimana terkadang hal ini bertentangan dengan budaya lokal,” tegasnya.

    Wakil Ketua DPRD Kebumen, Bagus Setyawan, mengatakan, audiensi kemarin untuk mengetahui sejauh mana kesiapan eksekutif dalam mempersiapkan diri dalam rangka pengembangan Geopark. Bagus berharap, eksekutif telah benar-benar siap. Dalam hal ini, tantangan terbesarnya bukan dana. "Melainkan bagaimana mempersiapkan masyarakat setempat bila nantinya Geopark mendunia dengan  Geopark Global UNESCO," kata Bagus.

    Setelah mendengar penjelasan dari para camat dan kepala desa, Kasno Pamungkas menyampaikan Kebumen sudah memenuhi unsur-unsur siap untuk Geopark Global UNESCO. Salah satunya adanya dukungan dari masyarakat. “Terdapat langkah penting yakni menjalin kemitraan jangka panjang, dukungan politik dan pengembangan strategi,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top