BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA SUPRA GTR

    Selasa, 30 April 2019

    Jamaah Gereja Lintas Mazhab Galang Donor Darah

    ISTIMEWA
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Dalam rangka Paskah 2019,  Badan Kerjasama Antar Gereja (BKSAG) se-Kabupaten menyelenggarakan kegiatan donor darah. Ini dilaksanakan bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Polres Kebumen. BKSAG terdiri dari gabungan beberapa anggota gereja lintas mazhab/denominasi, Senin (29/4/2019).

    Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi yang berbeda yakni di Gereja Bethany Kebumen dan Gereja Kristen Jawa Gombong. Sebanyak 57 perserta mengikuti kegiatan tersebut. Ini terdiri dari 29 peserta di Kebumen dan 28 peserta di Gombong. Kegiatan donor darah mengusung tema “Setetes Darah Yang Menyelamatkan”.

    Ketua Panitia Paskah Tahun 2019 Pdt Harun Warsito STh menyampaian kegiatan diselenggarakan sebagai wujud kepedulian sosial gereja terhadap kemanusiaan. Darah yang disumbangkan akan sangat berati bagi umat manusia yang sedang membutuhkan. “Setetes darah menyelamatkan manusia.  Untuk itu ketersediaan darah di PMI menjadi hal yang sangat penting sehingga siap manakala dibutuhkan,” tuturnya.

    Menurutnya, bertepatan dengan Peringatan Paskah 2019, kebetulan stok darah PMI sedang dalam kondisi terbatas. Untuk itu peringatan kali ini dilaksanakan juga kegiatan donor darah. Peringatan sekaligus dilaksanakan berbagi dengan sesama. “Ini sangat penting bagi kemanusiaan,” ungkapnya.

    Aksi donor darah, lanjutnya, direncanakan akan diselenggarakan secara berkala. Ini dilakukan dengan lokasi yang bergantian. Tujuanya agar terjadi partisipasi di antara gereja-gereja dan meningkatkan kepedulian serta kontribusi bagi yang memerlukan pertolongan darah. “Mudah-mudahan ke depan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkala,” paparnya.

    Adanya kegiatan donor darah yang dilaksanakan oleh BKSAG mendapat sambutan baik dari PMI Kebumen. Sekretaris PMI Kebumen Salim Wazdy MPd menyampaikan ketersedian stok darah di PMI sangat penting. Sebab kebutuhan darah tidak bisa diprediksi sebelumnya. “Stok darah menjadi sebuah keharusan. Permintaan darah tidak dapat diprediksi sebelumnya,” jelasnya.

    Dijelaskan stok darah dapt dikatakan aman jika mencapai 2,5 persen dari jumlah penduduk. Di Kebumen sendiri jumlah penduduk diperkirakan mencapai sekitar 1.162000 jiwa. Dengan mengacu pada perhitungan tersebut, maka stok darah di Kebumen dapat dikatakan aman jika terdapat 29.000 kantong pertahun. “Artinya stok darah dianggap aman yakni jika terdapat 70 sampai 80 kantong perhari,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top