BPJS

BPJS
  • Berita Terkini

    HONDA CRF

    Kamis, 21 Maret 2019

    Perempuan Diminta Menjadi Pemilih Cerdas

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Pemilih perempuan menjadi kantong suara yang menjadi incaran para kontestan politik. Pasalnya  jumlah pemilih perempuan sendiri tergolong banyak. Selain itu umumnya perempuan memiliki tingkat komitmen yang tinggi. Sekali menjatuhkan pilihan, tak mudah bagi perempuan untuk beralih pandang.

    Untuk itu, perempuan diminta dapat menjadi pemilih yang cerdas khususnya dalam Pemilu 2019 ini. Perempuan diharapkan menggunakan hak pilihnya. Selain menggunakan hak pilih perempuan juga diharapkan mengetahui siapa yang dipilih. Dengan demikian jatuhnya pilihan bukan karena  pemberian sesuatu atau pragmatis. "Suara pemilih perempuan hari ini menjadi rebutan kontestan karena jumlahnya yang banyak," ungkap Sunni Umul Firdaus Dosen UNS Solo saat menjadi narasumber Pendidikan Politik Perempuan yang dihelat Kesbangpol Kebumen, Rabu (20/3/2019) di Hotel Candisari Karanganyar.

    Selain menjadi pemilih cerdas, perempuan juga diharapkan tidak hanya menjadi objek politik melainkan subjek. Untuk itu kesadaran perempuan dalam berpartisipasi pada pemilu sangat diharapkan. Keikut sertaan perempuan dalam menggunakan hak pilihnya akan mendorong keluarga dan masyarakat untuk turut serta berpartisipasi dalam Pemilu. “Perempuan biasanya lebih telaten dalam mengajak anak dan keluarganya,” katanya.

    Tak kalah penting perempuan harus mampu menjaga diri dari godaan money politik. Godaan ini akan menjerumuskan  pada pemilih pragmatis. Money politik hanya akan menjadi keuntungan sesaat. “Memilih itu akan menentukan nasib bangsa selama lima tahun mendatang,” paparnya.

    Hal senda juga disampikan olleh pemateri dari Kesbangpol Jawa Tengah Atiek Sunaryati. Bukan hanya perempuan saja, bagi Atiek semua pemilih harus cerdas yakni mengetahui siapa yang akan dipilih. Jangan hanya ikut-ikutan apalagi karena money politik. “Hati-hati saat ini sanksinya bukan hanya kepada si pemberi money politik saja, melainkan juga penerima. Untuk itu jangan sampai menerima apalagi memberi money politik,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Kantor Kesbangpol Kebumen Nur Taqwa Setiyabudi SH menjelaskan, perempuan harus semakin aktualisasi dalam kancah politik. Bukan hanya keterwakilan dalam kursi parlemen tetapi perempuan dapat menjadi pilihan yang cerdas. "Harapannya perempuan menjadi subyek politik dengan menjadi pemilih ataupun yang dipilih,"  ucapnya.

    Pendidikan Politik Perempuan sendiri diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari Dharma Wanita, Penggerak PKK, perwakilan pengurus partai politik perempuan dan ormas perempuan. Sedangkan narasumber yang dihadirkan yaitu dari Praktisi Perempuan Khusnul Khotimah, Dosen UNS Soli Sunni Umul Firdaus dan dari Kesbangpol Jawa Tengah Atiek Sunaryati. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top