HONDA BEAT

  • Berita Terkini

    Rabu, 20 Maret 2019

    Guru TK di Kebumen Bersaing Pada Ajang Porseni

    saefur Rohman / Kebumen Ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Jika biasanya guru TK mengajarkan menggambar dan melukis kini mereka berlomba-lomba untuk membuat karya seni gambar. Ini terjadi di Gedung Bhayangkara,  Selasa (19/3/2019).

    Para guru itu berlomba dalam rangka pelaksanaan Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni).  Sebanyak 24 peserta mengikuti kegiatan yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Kebumen tersebut.

    Ketua IGTKI Kecamatan Kebumen, Sri Mujihadtun SPd, mengatakan kegiatan tersebut dibagi dua pelaksanan yakni lomba menggambar seri atau cerita dan Finger Painting (melukis dengan tangan). Kegiatan itu bertujuan untuk mencari perwakilan IGTKI Kecamatan Kebumen mengikuti Porseni tingkat Kabupaten.

    "Dari masing - masing lomba diikuti oleh 12 peserta yang nantinya akan diambil juara 1, 2 dan 3, namun yang akan mewakili Kecamatan Kebumen hanya juara satu ke tingkat kabupaten," katanya.

    Sri Mujihadtun menjelaskan, untuk gambar berseri ini merupakan gambar cerita yang berisikan 10 halaman terdiri dari 1 lembar judul, 8 lembar gambar dan 1 lembar sinopsis dari gambar tersebut. Sedangkan Finger Painting yakni para guru TK diminta membuat karya seni lukis dari tangan. "Untuk tema bebas namun, ada ketentuan dan aturan," kata Sri Mujihadtun yang juga Kepala TK Sari Nabati Kebumen itu.

    Sedangkan pada lomba yang sama di tingkat kabupaten, jelas dia, ada 4 cabang Porseni dan dua kategori yang akan dilombakan. Yakni kategori kepala sekolah yaitu Best praktis atau Inovasi sekolah dan karya ilmiah. Sedangkan untuk kategori guru yakni karya inovasi pembelajaran, gambar berseri dan finger painting.

    "Untuk best praktis pada dasarnya sebuah program karya bisa mengubah inovasi sekolah, hal itu untuk salah satu langkah sekolah menjadi lebih baik," katanya.
    Sri Mujihadtun berharap adanya kegiatan tersebut  mampu meningkatkan kreatifitas dan inovasi guru yang kemudian ditularkan kepada anak didik. "Ini juga dan sebagai langkah motivasi anak berfikir kreatif," katanya. (fur)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top