Honda GTR

  • Berita Terkini

    Minggu, 17 Maret 2019

    Diduga Akibat Rokok, Warga Sempor Tewas Terpanggang di Atas Kasur

    fotopolreskebumen
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Tragis benar nasib seorang pria warga Kecamatan Sempor ini. Sardi (65), warga RT 1 RW 6 Desa Sidoharum, Kecamatan Sempor itu ditemukan tewas terpanggang di dalam rumahnya sendiri, Minggu (17/3/2019).

    Jenasahnya ditemukan di atas kasur oleh keponakannya sendiri sekitar pukul 07.30 WIB. Dari hasil penyelidikan polisi, musibah ini terjadi lantaran korban merokok dan kemudian membuat kasur terbakar. Sementara, korban tak bisa menyelamatkan diri karena sakit.

    Kapolres Kebume AKBP Robertho pardede melalui Kasubag Humas, AKP Suparno, menyampaikan korban selama ini tidak memiliki istri karena telah meninggal. Dalam kesehariannya, korban yang menderita sakit, bergantung kepada keponakan, Khomsatun (48), yang secara rutin mengantarkan makanan ke rumah.

    Seperti biasa, pada Minggu, Khomsatun, mendatangi rumah korban untuk membawakan makanan. "Saat itulah, saksi ini melihat korban sudah meninggal di atas kasur. Jenasahnya sudah nyaris menjadi abu," imbuh AKP Suparno.

    Sontak, Khomsatun histeris melihat pemandangan memilukan di depan matanya tersebut. Peristiwa ini juga membuat geger warga. Lalu, Khomsatun melaporkan kepada perangkat desa setempat yang meneruskannya kepada Polsek Sempor.

    Tak lama berselang, polisi di bawah pimpinan langsung Kapolsek Sempor, IPTU Sugito mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil penyelidikan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

    "Bisa kami pastikan ini murni kecelakan. Dimungkinkan, korban kurang hati-hati saat merokok sehingga membakar kasur," kata IPTU Sugito.

    Diperoleh keterangan pula, korban sebelumnya pernah mengalami kejadian serupa. Hanya saat itu, korban berhasil menyelamatkan diri dengan berjalan."Korban menderita sakit diabetes sehingga sehari-hari tak bisa beraktivitas seperti yang lain. Selama ini korban tinggal sendiri karena tidak dikaruniai anak dari hasil pernikahannya dengan almarhumah istrinya. Untuk kebutuhan sehari-hari, korban mengandalkan bantuan keponakan (Khomsyatun)," imbuh AKP Sugito. (cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top