HONDA VARIO

  • Berita Terkini

    Rabu, 20 Februari 2019

    TP PKK Kabupaten Kebumen Bekali Kader

    fotoistimewa
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Untuk memperluas wawasan para  kadernya, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kebumen mengadakan Pembekalan Kader Tahun 2019, di Gedung PKK, Senin (18/2/2019).

    Kegiatan pembekalan dilaksanakan dengan mengundang trainer H. RUA Zainal Fanani dari Semarang.

    Dalam sambutannya Ketua TP PKK Kabupaten Kebumen Zuhroh Yazid Mahfudz yang diwakili Murni Suroso menyampaikan beberapa hal.

    Menurutnya menjadi kader PKK sifatnya adalah relawan.

    "Kader PKK tidak digaji, yang menggaji suaminya," ujar Murni sedikit bergurau.

    Untuk keberhasilan gerakan PKK, Murni berharap segenap organisasi perangkat daerah (OPD) yang sinkron dengan gerakan PKK agar bisa bersinergi.

    Pembekalan kader PKK diikuti utusan TP PKK Kecamatan (ketua dan wakil ketua) dan perwakilan TP PKK Desa (ketua).

    Selain Murni Suroso, dari TP PKK Kabupaten Kebumen tampak hadir Sri Yunarin, sementara dari OPD yang hadir Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dispermades P3A) Siti Nuriatun Fauziah.

    TP PKK Kecamatan Kebumen diwakili Suprapti, istri Wikan (mantan Sekcam Kebumen yang sekarang sudah menjadi Camat Karanggayam), Yuniati Zainul Khasanah, dan seorang dari TP PKK Desa Jemur dan Desa Kalijirek.



    Pembekalan kader PKK diisi dengan pelatihan motivasi oleh trainer Zainal Fanani, antara lain dengan memberikan wawasan tentang kehidupan keluarga di Jepang.

    "Di Jepang yang dianggap sebagai profesi paling keren adalah kyoiku mama atau ibu pendidik, yaitu seorang ibu yang tidak pernah berhenti mendorong anak-anaknya untuk belajar sekaligus menciptakan keseimbangan pendidikan yang baik dalam hal fisik, emosional, maupun sosial," jelas Zainal.



    Selain itu juga ada istilah ryosai kentro, istri yang baik dan ibu yang arif. Menurut Zainal istilah tersebut menggambarkan kebijakan yang memposisikan kaum wanita sebagai penguasa rumah, yang bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi di rumah.



    Wawasan tentang kehidupan keluarga di Jepang, diharapkan Zainal bisa memotivasi kader PKK untuk meningkatkan kemampuan komunikasinya dalam keluarga dan memantapkan perannya.



    "Kader PKK adalah pejuang dan penegak fungsi keluarga," tandas Zainal.

    Karena itu, kader PKK mesti mengikhlaskan diri menjadi seorang inspirator, motivator dan dinamisator.



    "Dengan kemampuan tersebut kader PKK bisa berperan dalam merajut kembali kehidupan masyarakat dan bangsa. Kader PKK mengembalikan peran perempuan sebagai tiang dan sendi utama bangsa," pungkas Zainal.(*/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top