• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Jumat, 15 Februari 2019

    Menikah, Kades di Kebumen Arak Hasil Bumi untuk Mempelai Wanita

    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Negara mawa tata desa mawa cara. Ungkapan bahasa jawa yang terjemahan bebasnya setiap daerah memiliki adat budaya sendiri-sendiri itu diyakini betul oleh warga Desa KaibonPetangkuran Kecamatan Ambal.

    Warga disana masih memegang teguh adat dan budaya setempat. Seperti yang terlihat baru-baru ini, saat Kepala Desa KaibonPetangkuran Kecamatan Ambal, Muhlisin, melangsungkan pernikahan.

    Sebagai orang jawa, apalagi menjabat Kades, Muhlisin melaksanakan adat yang disebut sarahan. Sarahan merupakan pemberian calon pengantin pria kepada mempelai wanita sebagai persiapan saat pernikahan.

    Bagi orang jawa, pemberian itu, berupa hasil bumi termasuk buah-buahan, bahkan hewan ternak.

    Sudah begitu, aneka buah dan barang bawaan itu dikemas dengan cara tradisional sehingga membawa ingatan kembali ke masa lalu. Selain buah, ada pula puluhan bibit kelapa.
    Menariknya, ratusan warga mengantarkan Muhlisin dalam acara ini. Mereka berbagi tugas. Ada yang membawa buah-buahan, kambing, ayam dan sejumlah barang lain. Suasana adat semakin terasa, karena ratusan warga tersebut berjalan kaki saat menuju rumah calon mempelai wanita.

    Mbah Lasiman, tokoh sepuh Desa Petangkuran, mengatakan, tradisi sosokan atau lamaran nyaris punah saat ini. Oleh karena itu, masyarakat setempat bertekad nguri-uri budaya tersebut. Apalagi, yang menjadi pengantin pria adalah kepala desa mereka. Butuh persiapan seminggu untuk acara kemarin.

    Dia menambahkan,tradisi sarahan ini tak sekedar soal persiapan pernikahan. Namun mengandung filosofi. "Semuanya mengandung doa agar pasangan yang menikah langgeng dalam berumah tangga," ujarnya.
    Muhlisin, kepala desa sekaligus  calon pengatin mengatakan, untuk menyiapkan semua itu dia membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Dia sengaja melakukan sarahan model tempo dulu karena memiliki kearifan masyarakat dan saat ini mulai ditinggalkan."Saya ingin tradisi yang baik di desa ini agar bisa dilestarikan di era sekarang ini," ujar Muhlisin.(cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top