HONDA DUO

  • Berita Terkini

    Sabtu, 09 Februari 2019

    "Geruduk KPU, Massa Nyaris Bentrok dengan Polisi"

    IMAM/ESKPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Puluhan massa menggeruduk Gedung KPU Kebumen. Massa menuntut KPU agar melaksanakan perhitungan ulang. Masa juga berorasi serta membawa beberapa tulisan. Aksi sempat memanas dan massa pun berhadap-hadapan dengan petugas. Untuk menghalau massa yang akan merangsek masuk, pihak keamanan dari TNI dan Polri pun menggunakan anjing pelacak, Jumat (8/2/2019).

    Massa yang mendatangi KPU menggunakan berseragam putih. Mereka berteriak-teriak dan meminta agar proses penghitungan pemilu diulang. Meski ratusan aparat gabungan, kepolisian, TNI dan Satpol PP disiagakan untuk mengamankan kondisi itu, namun massa tiba-tiba memanas. Tim negosiator dari Polres Kebumen yang diterjunkan pun tak mampu mendinginkan suasana. Anjing pelacak pun dikeluarkan oleh polisi.

    Untuk mengamankan situasi tim pasukan Dalmas Sabhara Polres Kebumen pun memukul mundur masa agar keluar dari Kantor KPU. Namun suasana pun semakin tegang dan memaksajajaran TNI ilkut andil dalam mengamankan situasi. Dengan pakaian lengkap beserta alat pengaman badan,aparat gabungan berhasil membubarkan massa aksi.

    Aksi tersebut merupakan rangkaian simulasi pengamanan Pemilu di Kantor KPU Kebumen. Simulasi melibatkan 150 aparat gabungan. Itu terdiri dari 75 polisi dan 75 TNI. Latihan tersebut dilakukan guna mengecek dan mematangkan kesiapan anggota dalam penanganan jika nantinya terjadi kerusuhan saat Pemilu berlangsung.

    Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede melalui Kabag Ops Kompol Cipto Rahayu menegaskan menjelang pemilu kondisi Kebumen secara umum aman. Adapun latihan diakuinya sangat diperlukan guna memastikan tidak terjadi kesalahan dalam pengamanan jika benar terjadi kerusuhan nanti saat pemilu. "Aparat keamanan dalam Pemilu sudah siap. Untuk tahapan pemilu, kantor dan gudang KPU juga selalu dijaga," ungkapnya disela-sela kegiatan.

    Dandim 0709 Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang menyempaikan, antisipasi kerusuhan pemilu penting dilakukan oleh aparat. Posisi TNI dalam pengamanan jika mana diperlukan untuk membantu kepolisian. Terkait pengamanan, dirinya juga memastikan seluruh personel Kodim siap mengamankan kegiatan pemilu. “Jangan kondisifitas dan jangan  sampai ada tindakan anarkis. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top