• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Jumat, 04 Januari 2019

    Total 17 Jenazah Korban Longsor Sukabumi Ditemukan

    SUKABUMI – Usul merelokasi pemukiman dari lokasi longsor di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sudah mendapat persetujuan dari banyak pihak. Pemerintah pusat, Pemprov Jawa Barat, bersama masyarakat setempat sepakat membangun rumah terdampak longsor di lokasi lain. Sebab, lokasi yang selama ini ditempati dinilai tidak aman dan rawan.


    Kepala Desa Sinaresmi Iwan Suwandri mengatakan, salah satu keinginan warga korban longsor adalah pembangunan rumah dilaksanakan segera. ”Ingin secepatnya dibangun,” ungkap Iwan kepada Jawa Pos. Tentu kecepatan tidak lantas mengabaikan faktor keamanan dan keselamatan warga. Karena itu, dia juga meminta tempat yang aman.


    Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diminta mengkaji lebih dulu sebelum pembangunan rumah dilaksanakan. Yang pasti, dia meminta lokasinya berdekatan dengan kampung asal para korban. ”Di sekitar Dusun Cimapag,” imbuhnya. Sebab, warga di lokasi longsor sudah puluhan tahun tinggal di sana.


    Desa Sinaresmi yang dipimpin Iwan memang bukan desa adat. Namun, warga Kampung Garehong yang menjadi korban longsor merupakan warga adat. Mereka turut menjadi bagian dari kasepuhan yang berada di Desa Sinaresmi. Untuk itu, kearifan lokal menjadi perhatian penting saat pemerintah membangun kembali rumah-rumah warga.


    Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita juga sepakat rencana relokasi tersebut. Saat berkunjung ke lokasi longsor kemarin (3/1), dia menjelaskan bahwa pemindahan pemukiman dari lokasi longsor memang harus memerhatikan kearifan lokal. ”Harus dijaga, harus dilestarikan,” imbuhnya. Pemerintah hanya menekankan agar lokasi longsor tidak lagi dijadikan pemukiman.


    Dari berbagai bencana yang menghancurkan rumah warga, Agus menyampaikan bahwa banyak di antara rumah itu berdiri di lokasi yang rawan terdampak bencana. Padahal, lokasi tersebut harusnya kosong dari pemukiman. Sehingga ketika terjadi bencana tidak ada yang menjadi korban.


    Menurut Agus itu penting. Karena itu pula, pemerintah pusat mendorong relokasi pemukiman dari Dusun Garehong. Dia menjamin, pembangunan dalam skema relokasi tidak akan memberatkan warga. Seluruh biaya yang dibutuhkan bakal ditanggung oleh pemerintah. ”Akan dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah pusat,” ujarnya.


    Untuk itu, warga yang menjadi korban longsor di Cisolok diharapkan tidak perlu khawatir. Sebab, pemerintah pusat juga siap membantu. Bahkan, kata Agus, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga sudah menyatakan kesiapan membangun kembali rumah warga yang hancur diterjang longsor. ”Nanti akan kami koordinasikan dengan bapak gubernur,” ucap dia.

    Kepada Pemkab Sukabumi, Agus meminta agar cepat mencarikan lahan untuk membangun rumah-rumah warga. ”Karena penyiapan lahannya itu harus disiapkan oleh pemda,” jelasnya. Berkaitan dengan hal itu, Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono memastikan bahwa instansinya akan segera menindaklanjuti permintaan tersebut.

    Menurut Adjo, dalam waktu dekat bakal dilaksanakan rapat bersama sejumlah instansi terkait untuk membahas relokasi pemukiman warga korban longsor. ”Kami rumuskan nanti untuk relokasi yang aman,” jelasnya. Dia memastikan, instansinya tidak akan segan melaksanakan pengadaan lahan untuk membangun kembali rumah warga yang hancur.

    Namun demikian, untuk saat ini Adjo menyebutkan bahwa pihaknya masih fokus mencari korban yang masih tertimbun longsor. Sebab, keluarga mereka juga menunggu. ”Sekarang memang masih fokus pencarian,” tuturnya. Dari data yang diperoleh sampai kemarin malam, total jumlah korban meninggal dunia yang sudah dievakuasi dari lokasi kejadian sebanyak 18 jenazah.

    Kemarin (3/1) petugas gabungan yang tidak henti mencari sejak pagi sampai sore hari kembali menemukan lima jenazah korban longsor. Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakancana Kolonel Infanteri Muhammad Hasan menyebut, tinggal 15 korban yang belum ditemukan. ”Kita berdoa bersama semoga 15 korban berikut bisa segera ditemukan,” kata dia. (syn/wan/agm)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top