HONDA BEAT

  • Berita Terkini

    Selasa, 15 Januari 2019

    Sekolah Diminta Waspada, Radikalisme Sasar Pelajar

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Selain terorisme, radikalisme juga merupakan salah satu ancaman yang cukup berbahaya bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Seiring berkembangnya teknologi informasi ancaman paham radikalisme juga kian berbahanya. Kini disadari atau tidak paham radikalisme telah merasuk pada sendi-sendi kehidupan para pelajar.

    Untuk itu sekolah diminta untuk selalu waspada. Pihak sekolah diharapkan dapat memantau perkembangan setiap siswa-siswanya. Jangan sampai para calon generasi bangsa ini terkontaminasi dengan paham-paham atau aliran yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia. Hal ini pula yang kini menjadi perhatian Kesbangpol Kebumen.

    Kepala Kantor Kesbangpol Kebumen Nur Taqwa Setiyabudi menyampaikan, kini kondisi persebaran radikalisme semakin memprihatinkan. Bahkan disinyalir telah merasuk kepada para pelajar yang notabenenya merupakan generasi penerus bangsa. Untuk itu kewaspadaan pihak sekolah menjadi sangat penting dalam hal menangkal paham radikalisme. Adapun pola penyebaran dapat terjadi melalui kegiatan ekstrakurikuler. Tentunya melalui ekstrakulikuler yang tidak resmi. Setelah paham ini menyebar, biasanya para siswa akan membuat komunitas. Merekalah yang nantinya akan menjadi pioner untuk menyebarkan paham radikalisme.

    "Semua kegiatan para siswa baik itu intra atau ekstra harus mendapatkan pantauan dari sekolah. Ini pengting untuk menyelamatkan generasi bangsa,” tuturnya, yang juga Pembina Paskibraka Kebumen, Minggu (13/1/2019) saat Talk show Kepemudaan.

    Talk show sendiri diisi dengan tiga narasumber yakni Kapten Inf Budi Riyanto, Drs Wahyudi dari Kantor Kesbangpol Kebumen dan Ivan Aulia dari Paskibraka Nasional 2017. Kegiatan yang diikuti puluhan pelajar di Kebumen sekaligus memperkenalkan Paskibraka sebagai salah satu kegiatan positif pelajar.

    Dalam kegiatan yang dihelat Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Kebumen di Pendopo Bupati Kebumen itu, Nurtaqwa juga menegaskan, selain sekolah masyarakat atau orang tua juga harus memantau gerakan-garakan paham radikalisme. Bukan tidak mungkin melalui jejaring sosial, banyak pihak yang terkontaminasi paham radikal. “Jika ada yang mencurigakan, segera lapor kepada pemerintah desa atau tokoh masyarakat. Ini penting untuk antisipasi sejak dini,” tegasnya.

    Pasi Intel Kodim 0709 Kebumen Kapten Inf Budi Riyanto saat menjadi narasumber acara tersebut menegaskan teknologi mempunyai dampak positif dan negatif. Merupakan sebagaian dari dampak negatif yakni terkikisnya Budaya Asli Indonesia. Para pemuda kini juga menjadi salah satu sasaran utama hal-hal negatif seperti narkoba maupun paham radikalisme. “Penjajahan kini tak lagi menggunakan senjata. Menggeser sebuah budaya dengan hal-hal negatif menjadi  penjajahan era baru. Ini dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi, budaya, maupun ekonomi," ulasnya.

    Dalam upaya pencegahan, pemuda dan tokoh agama memiliki peran yang sangat strategis dan menentukan. Tokoh agama memiliki peran dalam menjaga toleransi umat beragama. Sedangkan pemuda ikut serta menjaga kebudayaan bangsa, menjaga persatuan dan persatuan serta memfilter informasi yang beredar.
    Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan deklarasi pelajar anti paham radikalisme. Deklarasi diikuti oleh para pelajar yang hadir dalam kegiatan tersebut. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top