• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Rabu, 02 Januari 2019

    Saat Suara Terompet Tak Lagi Nyaring di Malam Tahun Baru Kebumen

    Saefur Rohman / Kebumen Ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Menjelang malam pergantian tahun biasanya menjadi momen meraup rezeki bagi penjual terompet di kota Kebumen. Nyatanya, para pedagang terompet tak begitu merasakan berkah tahun baru. Ini lantaran penjualan terompet tahun ini sangat sepi, bahkan turun drastis.

    "Tahun baru ini sepi, sekarang harga terompet, harganya murah banget hanya Rp 8 ribu. Padahal harga biasanya saat momen tahun baru bisa mencapai Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu,” kata Dedi Saputra (28) salah satu penjual terompet asal Kulurahan Tamanwinangun, Kebumen, Senin (31/12/2018).

    Dedi menceritakan, untuk saat ini permintaan terompet menurun drastis hampir 50% lebih. Jika dibandingkan dengan dua tahun yang lalu atau satu tahun kemarin sangat beda jauh. “Laku sih hanya tidak seramai dulu,” ungkap pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang parkir itu.

    Dedi sudah menggeluti usaha terompet hampir 5 tahun. "Kalau dulu, saya mampu menjual hampir seribu terompet yang saya jual sendiri. Namun saat ini hanya menjual 300 terompet dari beberapa jenis. Itu pun saya tidak bisa menjamin akan laku terjual semuanya,” katanya.

    Jika, biasanya dalam sehari terjual 50 ke atas saat momen tahun baru, namun kali ini hanya kisaran 25 sampai 30. "Itupun harus buka pagi sampai malam," katanya.

    Terlepas dari pengakuan Dedi,  penjual trompet tahun baru di Kebumen tahun ini memang tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Relatif sepi.

    Pengakuan berbeda jsutru datang dari para penyewa goes odong - odong. Mereka meraup keuntungan yang lumayan di momen tahun baru kali ini. Dengan diberlakukanya car free night oprasi sewa odong - odong bisa berjalan mengitari alun - alun kebumen dengan longgar. "Alhamdulillah adanya car free night yang naik tambah banyak karna jalan longgar," kata Susilo (35).salah satu penyewa odong - odong di alun alun kebumen.

    Dalam satu putaran naik odong - odong  dikenai biaya 10 hingga 15 ribu tergantung jenis dan bentuknya, mulai dari bentuk kotak biasa hingga mirip seperti mobil sungguhan. Selain murah meriah odong - odong yang dalam pengoprasiannya dengan dikayuh juga dapat berkeringat seperti berolahraga.
    "Satu malam jika tahun baru jika sejak siang keuntungan bisa Rp 200 sampai 300 ribu," pungkasnya. (Saefur)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top