Honda

Honda
Jogja
  • Berita Terkini

    Senin, 21 Januari 2019

    Ribuan Karung untuk Penanganan Darurat Tanggul Sungai Telomoyo

    fotosaefur/ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)-  Tanggul jebol sungai Telomoyo atau Kali Banda akhirnya ditangani. Ribuan kantong pasir telah disiapkan untuk membendung jebolnya tanggul itu yang berada di Desa Adiluhur Kecamatan Adimulyo tersebut.

    Ratusan orang terlibat dalam penanganan tanggul jebol yang berlangsung, Minggu,  (20/1/2019).  Sedikitnya  516 personil tim gabungan berdiri dari TNI, Polri, BPBD, sejumlah relawan bergotong-royong membangun tanggul darurat. Mereka bergabung bersama warga masyarakat setempat yang ikut membantu. Sebagai koordinator, langsung dipimpin Komandan Kodim (Dandim) 0709 Kebumen, Letkol Inf Zamril Philiang yang didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kebumen, Eko Widiyanto.

    Turut hadir dalam kegiatan tesebut, Kasatpol PP Kebumen R Agung Prambudi SH, segenap Jajaran Muspika Adimulyo Babinsa dan relawan bencana seperti Orari, SAR, dan lainnya. Tentunya sejumlah masyakat Adimulyo juga turut serta andil dalam pembetulan tanggul tersebut.

    Pembangunan tanggul dipusatkan di Desa Adiluhur dan Sugihwaras Kecamatan Adimulyo. Sementara, pasir laut diambilkan dari Pantai Bopong Desa Surorejan Kecamatan Puring.  Untuk patok menggunakan bambu. Beberapa personil TNI dan masyarakat melaksanakan penebangan bambu. Karung yang telah berisi pasir dibawa ke Desa Sugihwaras dan ditata sedemikian rupa untuk mengisi tanggul Sungai Turus yang jebol.

    Dari pagi hingga pukul 16.30 WIB acara Karya Bhakti untuk hari pertama selesai, dan rencananya akan dilanjutkan hari ini (21/1). Dalam kesempatan tersebut Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang berharap tanggul tersebut sesegera mungkin bisa ditangani.

    Pasalnya apabila tidak segera di betulkan sawah akan terendam dan tanaman akan rusak. Hal ini dapat mengakibatkan gagal panen. “Bahkan ketika ada hujan kecil pun air dari sungai akan masuk ke sawah dan dapat menenggelamkan tiga desa yang terisolir banjir karena tanggul jebol,” tuturnya.

    Pasiter Kapten Inf Bambang Muldianto,  Kodim 0709/Kebumen menambahkan, pihaknya mengerahkan pasukan siaga di 4 titik terdampak banjir di Kecamatan Puring dengan kendali dari Posko.

    "Dengan di bantu dari unsur terkait terutama personil Koramil Puring,  untuk jumlah pengungsi yang ada di Posko  Pendopo Kecamatan Puring mencapai 562 orang. Sedangkan di  Pendopo Balai Desa Sidobunder  sebagian masyarakat yang mengungsi sudah ada yang kembali ke rumah masing masing,” ucapnya.

    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kebumen, Drs Eko Widianto mengatakan ada 4 titik tanggul yang jebol yang berhasil dilaporkan ke BPBD yakni di Desa Adiluhur, Wonorejo, Jatiluhur Karanganyar, dan Desa Bojongsari Kecamatan Alian.  "Yang sudah ditangani baru dua titik yakni Desa Bojongsari Alian dan Jatiluhur Karanganyar, untuk lainnya akan dimaksimalkan besok pagi (hari ini, red)," katanya.

    Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kebumen, Drs Muhyidin melalui Bako Humas, Heri Purwoto mengatakan, sebanyak 516 personil tim gabungan berdiri dari TNI, Polri, BPBD, sejumlah relawan dan warga setempat bergotong - royong menangani pembenahan tanggul jebol itu.  "Tim kita bagi dua sebanyak 250 orang di Adimulyo untuk menebang bambu dan 266 orang di pantai Bopong untuk memasukan pasir laut kedalam karung," kata Heri kepada Ekspres kemarin.

    Heri Purwoto mengatakan, pada hari pertama kemarin, proses perbaikan tanggul baru sebatas tahap pengisian pasir kedalam karung dan menyiapkan sejumlah material lainnya seperti bambu dan alat berat untuk membuat tanggul. Sebanyak 2000 karung berukuran sedang hingga besar telah terisi pasir, dari sebanyak karung pasir itu sebagaian sudah dilangsir menggunakan armada truk menuju ke lokasi kejadian."Aat berat sudah datang kemungkinan besok pagi (pagi ini,red) bisa maksimal," katanya tadi malam.

    Dari pantauan wartawan koran ini, akibat jebolnya tanggul, muncul palung dengan kedalaman sekitar 4 meter di Sungai Telomoyo. Ini menjadikan kendala tersendiri untuk memasang patok bambu sebagai penahan. Bahkan warga terpaksa harus berenang untuk dapat memasang patok itu. "Jebolan itu membuat lubang dalam dan terisi air jadi sulit untuk memasang patok," kata Prayitno (60) salah satu warga Desa Sugihwaras.

    Sementara itu Sekretaris Kecamatan (Sekcam)  Adimulyo Puji Lestari Sos MPa mengatakan, pihaknya terus mendukung proses perbaikan tanggul yang jebol dengan mengerahkan sejumlah perangkat desa dan warga sekitar Adimulyo. "Kedepan akan terus kami benahi tak hanya tanggul yang jebol. Ditahun ini juga akan kami usulkan normalisasi dan pengerukan sedimentasi pendangkalan tanah air sungai kepada DPU Kabupaten Kebumen," katanya.

    Puji mengatakan pihaknya bersama tim gabungan memperkirakan proses perbaikan tanggul membutuhkan waktu sekitar empat hari."Kerja bakti butuh sekitar 4 hari mengingat besarnya jebolan, saat ini banjir sudah surut, kebutuhan bantuan sembako sudah cukup hanya makan ringan dan kebutuhan untuk kerja bakti saja," katanya.

    Seperti diberitakan, tanggul Sungai Telomoyo jebol di dua titik menyusul hujan deras Rabu (16/1) lalu. Masing-masing sepanjang 25 meter dengan tinggi 7 meter dan lebar 4 meter dan panjang 4 meter dan lebar 2 meter. Akibatnya, wilayah Kecamatan Adimulyo dan Puring yang berada di sepanjang sungai tersebut,  terendam banjir.  Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun ratusan warga terpaksa mengungsi akibat peristiwa ini. (mam/saefur/cah)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top