• Berita Terkini

    Kamis, 24 Januari 2019

    Pengendara Tewas Terrtimpa Pohon di Wonogiri

    IWAN KAWUL/RADAR SOLO
    WONOGIRI – Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah kawasan di Wonogiri, Rabu (23/1/2019). Dampaknya, satu orang tewas tertimpa pohon, dan sebuah truk tertimpa baliho.

    Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Isti Widayati, melalui Kapolsek Ngadirojo AKP Subroto mengatakan, di Jalan Raya Solo-Pacitan, tepatnya Desa Gedong, Kecamatan Ngadirojo, seorang pengendara bernama Widodo, 47, meninggal akibat tertimpa pohon.

    Semula Widodo mengendarai sepeda motor Honda Revo nomor polisi AD 2854 QR. Tiba di lokasi kejadian, turun hujan deras disertai angin kencang. Tiba-tiba, pohon akasia di tepi jalan tumbang dan menimpa Widodo.

    "Oleh patroli Polsek Ngadirojo, korban dilarikan ke RS Medika Mulya namun tidak tertolong," katanya. Korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Atas kejadian itu, masyarakat diimbau waspada ketika berkendara dalam kondisi hujan.

    Sementara itu, di Jalan Ngadirojo-Wonogiri, truk nopol AD 1598 YF tertimpa baliho ukuran 6x3 meter. Truk yang dikemudikan Maryanto, 42,w arga Desa Manjung, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali melaju dari selatan (Baturetno) menuju utara (Wonogiri) tanpa muatan.

    "Sesampainya di pertigaan Ngadirojo, baliho roboh dan menimpa truk. Beruntung sopir selamat," kata Subroto.

    Puting beliung juga mengobrak-abrik Dusun Sobo dan Ngelo, Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, Selasa (22/1) sekitar pukul 20.30. Dampaknya, tiga rumah dan sebuah kandang ternak rusak.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, rumah yang rusak yakni milik Karjo, Yanto, dan Loso di RT 3 RW 6. Kerugian materi sekitar Rp 1-3 juta.

    Rumah Loso tertimpa pohon tumbang dan menimbulkan kerusakan di bagian atap bangunan. Sedangkan yang lainnya genting beterbangan. Sedangkan kandang ternak milik warga lainnya rata dengan tanah. Beruntung, hewan ternak masih bisa diselamatnya. Kerugian materi sekitar Rp 2,5 juta.

    “Upaya pemulihan dibantu aparat setempat, relawan, dan personel BPBD. Dukungan logistik untuk korban terdampak maupun giat pemulihan telah didistribusikan," pungkas Bambang.

    Sementara itu, tebing setinggi tiga meter di jalan tengah Dukuh Tileng, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, longsor kemarin (23/1) pukul 06.00. Sebelumnya, terjadi hujan semalaman yang mengguyur wilayah setempat.

    Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan, saat kejadian, warga mendengar suara gemuruh dan segera melaporkan tebing longsir ke apart desa.
    Material longsor menutup akses jalan setempat. Namun, warga masih bisa beraktivitas dengan memanfaatkan jalan lainnya. Unsur TNI dan Polri ikut membersihkan jalan dari tumpukan tanah bercampur batu. ”Yang tertutup longsor bukan jalan utama. Sudah dilakukan pembersihan. Sudah aman,” jelasnya.

    Sri Maryanto mengimbau masyarakat yang tinggal di perbukitan, di antaranya di kawasan Kecamatan Bulu untuk selalu waspada terhadap potensi longsor.

    Selama ini, tiga desa yang langganan longsor yakni, Sanggang, Kamal, dan Kedungsono. Namun, longsoran tidak membahayakan penduduk. Sebab, titik longsor jauh dari permukiman.

    ”Bupati sudah memberikan peringatan dengan memberikan surat edaran pada camat. Kami BPBD juga siaga melakukan pemantauan dan memberikan sosialisasi masyarakat tentang bencana,” ucapnya. (kwl/yan/wa)



    Berita Terbaru :


    Scroll to Top