• Berita Terkini

    Rabu, 30 Januari 2019

    Pemkab Kebumen Siapkan 40,9 Ton Beras Untuk Korban Banjir

    KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kabupaten Kebumen, mendistribusikan bantuan beras kepada warga yang menjadi korban banjir beberapa waktu lalu. Hingga Selasa (29/1/2019) jumlah beras yang sudah disalurkan mencapai 40.980 kg (40,9 ton).

    Kepala Distapang Kebumen Pudji Rahaju mengatakan beras yang disalurkan tersebut merupakan stok cadangan pangan Kabupaten Kebumen yang dikelolanya. Bantuan itu diserahkan kepada warga yang menjadi korban banjir.

    "Selain untuk korban banjir, juga diberikan untuk warga korban kebakaran,tanah longsor dan lainnya," terang Pudji Rahaju, disela-sela menyalurkan bantuan tersebut di Balai Desa Sugihwaras, Kecamatan Adimulyo, Selasa pagi.

    Di Kecamatan Adimulyo, kata dia, ada enam desa yang menerima bantuan. Yakni Adiluhur sebanyak 313 KK dengan jumlah bantuan beras 4.695 kilogram, Mangunharjo 243 KK jumlah bantuan 3.645 kg, Sugihwaras 467 KK mendapat bantuan 7.005 kg. Kemudian, Tepakyang 645 kg untuk 43 KK, Sekarteja 1.350 kg untuk 90 KK dan Arjosari 885 kg untuk 59 KK.

    "Masing-masing KK menerima 15 kg. Secara keseluruhan di Kecamatan Adimulyo bantuan beras mencapai 18.225 kg untuk 1.215 KK," ujarnya.

    Sebelumnya, Distapang Kebumen juga sudah menyalurkan bantuan untuk Kecamatan Ayah sebanyak 4.875 kg untuk penerima 325 KK. Kecamatan Mirit 17.835 kg untuk 1.189 penerima, Alian 45 kg untuk 3 penerima. Sehingga total yang sudah disalurkan 40.980 kg. "Sampai sekarang masih ada usulan. Kita akan salurkan lagi, kalau stok kita tidak mencukupi kita usulkan ke provinsi," kata dia.

    Untuk diketahui hingga akhir Desember 2018 lalu stok yang tersimpan di Distapang mencapai 91.860 kg gabah kering atau jika dikonversi ke beras sebesar 56.953 kg. Setelah disalurkan untuk para korban bencana, stok beras tersisa 15.973 kg atau hanya cukup untuk 1.64 KK.

    Sementara itu, curah hujan yang tinggi beberapa waktu lalu di Kebumen mengakibatkan ratusan hektar lahan persawahan warga desa terendam banjir. Hal ini menjadi perhatian serius Distapang untuk mengantisipasi munculnya berbagai penyakit dan hama tanaman yang dapat menurunkan produktifitas padi pada musim tanam pertama tahun ini.

    Data Distapang Kebumen luasan sawah yang tergenang banjir mencapai 8.087 hektar yang tersebar di 214 desa di 21 kecamatan. Sedangkan luasan tanaman yang mengalami puso mencapai sekitar 1.270 hektar. Namun angka ini tidak terlalu signifikan penurunannya jika dibandingkan surplus padi di Kebumen. Yakni setiap tahunnya mencapai 200 ribu ton. "Mudah-mudahan yang mengalami puso bisa dapat bantuan cadangan benih nasional. Sedang kita usulkan," tegasnya.(ori)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top