• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Rabu, 02 Januari 2019

    Nestapa Dina, Bocah Penderita Manypocelle dari Kebumen

    Saefur Rohman / Kebumen Ekspres
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Sungguh malang nasib Dina Saputri, bocah yang tinggal di RT 2 RW 3 Dukuh Bedogol Desa Banjarwiangun Kecamatan Petanahan ini. Bocah yang masih berusia 8 tahun itu menderita penyakit Manypocelle. Penyakit bawaan dari lahir ini  membuat jidat bocah itu terus membesar hingga bagian hidung.

    Penyakit Manypocelle penonjolan pada bagian tubuh meninges yang mirip seperti hernia. Pada bagian muka dari hidung keatas hingga jidatnya mengalami benjolan, bahkan bentuk wajahnya terlihat tak biasa seperti pada umumnya. Sudah begitu berbagai kondisi dan permasalahan sosial juga menimpa keluarganya.

    Masalah sosial terjadi pada keluarga Dina, hal itu dimulai dari keluarganya yang kurang harmonis. Ibu kandungnya Nurlena (35) sempat menikah 3 kali dan mempunyai masalah psikis dan sempat di periksa di RSDS Magelang.  "Ibunya menikah 3 kali, saat dicerai kondisi psikisnya kambuh, dan saat ada suami dia kembali normal," kata Dui Norowati salah satu tetangga Dina.

    Dina yang merupakan anak nomor dua dari ayah kedua itu mempunyai juga mempunyai kakak laki - laki bernama Deni Pranoto. Namun, akibat korban permasalahan keluarga, kakak Dina yang saat itu tengah duduk di bangku sekolah dasar juga mendapat permasalahan di sekolah hingga akhirnya Deni hidup bersama orang lain.

    Kondisi Dina pun cukup memprihatinkan. Kini, dalam satu rumah, dia tinggal bersama ibu ayah tiri, neneknya serta adik bayinya dari ayah ke 3. Sudah begitu, rumah yang mereka huni masih seadanya. Masih berlantai tanah, bahkan aliran listrik dan penerangan rumahnua masih numpang dari tetangga ditambah alas tidur yang kurang memadai.

    Meski ia hidup bersama orang tuanya, namun kebutuhan ekonomi sepenuhnya ditanggung oleh sang nenek Mustanginah. Diusianya yang sudah renta nenek berumur 75 tahun dengan badan kurus kering dan rambutnya yang memutih harus menjadi tulang punggung keluarga.

    "Saya yang kerja, kadang bikin tudung, kadang ke sawah, sering juga mendapat bantuan dari tetangga," kata Mustanginah kepada Ekspres Senin (31/12/2018).

    Mustanginah mengaku hanya bisa pasrah melihat kondisi keluarganya saat ini.  Sebagai orang tua tunggal, Mustanginah juga harus menerima kenyataan anaknya Nurlena  justru pulang mengalami keterbelakangan mental usai pulang dari merantau ke luar negeri. Padahal, Nurlena ini menjadi harapan terbesarnya untuk membantu perekonomian keluarga.

    Sudah begitu, adik Nurlena, yakni Joko (37) juga mengalami keterbelakangan mental. Sehari-hari, Joko hanya mengurung diri di rumahnya.

    Apa yang menimpa keluarga Nurlena akhirnya didengar Komandan Kodim (Dandim) 0709 Kebumen.  Mendapat laporan itu Dandim 0709 Kebumen, Letkol Inf Zamril Piliang langsung mengunjungi rumah Dina Saputri yang berada di RT 2 RW 3 Dukuh Bedogol Desa Banjarwiangun Kecamatan Petanahan.

    "Mendengar ini saya merasa kasihan, kita hidup enak sementara, anak kecil ini sudah hidupnya susah juga harus menahan penyakit yang dideritanya, maka kami berinisiatif untuk mengobatkannya ke Jakarta," kata Dandim ditemui Ekspres di lokasi.

    Usai melihat kondisi rumah yang lembab dan berantakan, bahkan perabotan rumah juga minim itu Dandim berniat akan merenovasi rumah tinggal Dina. "Saya merasa kasihan sekali, melihat kondisi rumahnya yang berantakan, lembab, lantainya masih tanah, bahkan listrik saja masih nyambung dari tetangga saya turut prihatin," ujar Dandim.

    Lebih lanjut Dandim mengatakan renovasi rumah dan pengobatan penyakit Dina Saputri akan disegerakan pada tanggal 5 Januari 2019 besok. "Secepatnya segera kami tangani, untuk rumah nanti kita benahi, kita pasang listrik, dan Dina akan kami obatkan ke Jakarta," ujarnya.

    Dandim menambahkan bantuan yang diberikan kepada Dina bukan dari program TNI namun hanya rasa kepeduliannya kepada masyarakat miskin. "Ini bukan program kerja, namun rasa simpati kami, bersama dukungan salah satu anak rantau di Jakarta yang juga tergugah hati untuk membantu sesama, harapan kami semoga lebih banyak orang yang mau berbagi," katq Dandim usai kunjungan didampingi TKSK Kecamatan Petanahan Dwi Waluyo dan Anggota PKH Dinas Sosial Farikoh. (Saefur)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top