• Berita Terkini

    HONDA BEAT

    Sabtu, 05 Januari 2019

    Kopi Gemplong dan Pasar Pereng Dijadikan Film

    ISTIMEWA
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Lebih dari sepuluh tahun terakhir minat pelajar Kebumen untuk menggeluti bidang film terus meningkat, khususnya pada film dokumenter dan fiksi berdurasi. Kali ini pelajar SMK Negeri Karanggayam berhasil membuat film dokumenter tentang Kopi Gemplong dan Pasar Pereng Kali Kemit Gerenggeng Karangayar.

    Ya, sang sutradara dari film tersebut yakni Neli dan Bayu yang merupakan pelajar SMK Negeri Karanggayam.  Adapun produsernya yakni Insan Indah Pribadi. Guru pendamping Takwa Nur Ikhwani dan narasumbernya berasal dari Kampung Gemplong dan Pasar Pereng.

    Banyak hal yang telah diangkat menjadi film dokumenter. Itu meliputi bidang seni, pariwisata, kuliner dan aspek sosial lainnya. Pemutaran film berjudul Kopi Gemplong dan Pasar Pereng  dilaksanakan oleh Netuka Creative Community (NCC) dalam program RUANG Roemah Martha Tilaar Gombong, beberapa waktu lalu.

    Tampak hadir dalam acara tersebut Kabag Perekonomian BAP3DA Yunita Prasetyani, Nurul Azida dari Dinas Perindustrian dan puluhan pegiatan sinema di wilayah Kebumen.

    Dalam kesempatan tersebut Nurul Azida berharap agar karya-karya sineas daerah tidak hanya berhenti sebagai pemenuhan kegiatan sekolah saja. Namun dapat bersumbangsih menjadi sarana promosi dan inspirasi untuk pengembangan berbagai potensi lokal. “Selain bermanfaat untuk disebarluaskan di ranah publik, karya-karya semacam Kopi Gemplong dan Pasar Pereng perlu juga ditonton oleh kalangan pemerintah daerah. Saya pribadi mendapatkan banyak informasi dan inspirasi setelah menyaksikan dua film tersebut,” tuturnya.

    Sebagai pemula Insan Indah Pribadi mengakui para pembuat film ini sempat mengalami kebingungan saat menentukan titik utama yang akan digarap dari obyek film. Adapun prosesnya selalu diawali dengan menggugah imajinasi lewat film pendek terdahulu. “Setelah itu melakukan observasi untuk menentukan obyek dan ditindaklanjuti dengan riset. Dalam proses riset tidak hanya mengumpulkan data dan informasi, namun juga dituntut dalam menangkap rasa dan nuansa yang ada pada obyek tersebut,” katanya.

    Pegiat sinema Kebumen sekaligus pendiri Komunitas Kedung Puput Restu Juang mengemukakan karya-karya remaja Kebumen sebenarnya secara kualitas sudah mampu bersaing dengan karya daerah lain bahkan dari Kota Besar. Beberapa karya bahkan telah memenangkan festival baik di tingkat nasional maupun internasional. Saat inipun dengan difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kebumen, ada beberapa film yang tengah berkompetisi dan Festival Film Kamboja dan Tokyo.

    Lebih jauh forum diskusi ini juga menekankan pentingnya dibentuk Komisi Perfilman Daerah. Diharapkan dengan adanya komisi ini sinergi antara sinesa Kebumen dengan pemerintah kabupaten bisa lebih mudah terwujud. “Selain itu juga akan ada pendampingan bagi sekolah maupun sineas untuk dapat menghasilkan karya-karya yang lebih berkualitas dan mampu berkiprah di ranah yang lebih luas,” ucapnya. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top