Honda GTR

  • Berita Terkini

    Selasa, 15 Januari 2019

    Keluhkan Pengelolaan Parkir, PKL Pasar Petanahan Ngadu ke Disperindag

    IMAM/EKSPRES
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Belasan Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Petanahan mendatangi Kantor Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kebumen. Kedatangan para PKL tersebut untuk mengadukan  permasalahan yang sedang dihadapi, Senin (14/1/2019).

    Beberapa pedagang mengaku, sejak pemegang pengelola Parkiran Pasar Petanahan berpindah tangan, mereka kerap menerima informasi akan digusur atau dilarang berjualan. Hal ini tentunya membuat para PKL resah, sebab hal itu berkaitan dengan mata pencaharian. Bukan informasi tersebut juga sempat membuat pedagang resah dan hampir terjadi bentrokan fisik antara PKL dan Pengelola Parkir yang baru.

    Ketua Himpunan Pedagang Pasar Petanahan (HPPP), Edi Cahyono mengemukakan, Pengelola Parkir Pasar Petanahan yang baru bertugas sejak 8 Januari 2019. Beberapa kali pihak parkiran  meminta para PKL tidak lagi berjualan di tempat tersebut. Padahal, para pedagang sudah berjualan di lokasi itu, selama bertahun-tahun. “Para pedagang menjadi resah, padahal sebelum-sebelumnya tidak pernah seperti ini. Semula ada dugaan Disperindagsar menggunakan preman untuk mengusir kami. Namun kami yakin Disperindag tidak mungkin akan seperti itu.  Hari ini kami datang untuk meminta perlindungan," tuturnya.

    Dijelaskannya, kini Parkiran Pasar Petanahan dikelola oleh pihak ketiga dari Kabupaten Magelang. Dari pengelola sempat mengancam akan mendatangkan aparat, bahkan alat berat jika para PKL membandel. Menurutnya Edi, sebenarnya keberadaan para pedagang selama ini juga tidak mengganggu lokasi Parkir Pasar Petanahan. Bahkan tanpa adanya PKL, kemungkinan parkiran akan sepi. Sebab pengunjung parkir dan mengunjungi pasar karena ada penjual. “Tanpa adanya penjual, pengunjung pasar tentunya akan sepi. Kami meminta kepada dinas untuk segera menyelesaikan kemelut masalah tersebut,” jelasnya.

    Koordinator PKL Basuki Irawan menyampaikan para PKL tidak suka dengan sikap para Pengelola Parkiran. Jika tak kunjung mendapat penyelesaian bisa jadi ada bentrokan fisik antara para PKL dan pengelola parkir. “Kami tidak pernah memulai, namun kalau mereka jual tentu akan kami beli,” tegasnya.

    Sementara itu, Kabid Sarana Perdagangan Disperindag Kebumen Putut Supriyadi disela-sela pertemuan menyampaikan, semua persoalan yang ada sebaiknya diselesaikan dengan jalan musyawarah mufakat. Dengan demikian akan terselesaikan dengan baik.  Masalah antara PKL dan Pengelola Parkir hampir selalu terjadi pada setiap pergantian pengelola. Selain itu kemelut seperti itu hampir terjadi menjelang lebaran.

    “Nanti PKL kita kumpulkan jadi satu, bisa di sebelah Selatan atau Utara pasar. Sehingga di depan pasar tidak ada PKL. Ini sudah disetujui oleh para PKL. Kami dalam waktu dekat juga akan memanggil pengelola parkir dan perwakilan PKL untuk bermusyawarah. Mudah-mudahan dapat tercipta kesepakatan yang baik. Kedua belah pihak tentunya sama-sama ingin mencari rejeki,” ucapnya.

    Sekedar informasi, Pengelolaan Parkir Pasar Petanahan tahun 2019 ini dipegang oleh pihak ketiga. Adapun pihak ketiga yang telah menangkan lelang parkir tersebut yakni PT Alta Wiradigda dari Magelang. Wartawan koran ini hingga kini belum, belum dapat meminta konfirmasi pihak PT Alta Wiradigda. (mam)

    Berita Terbaru :


    Scroll to Top