HONDA DUO

  • Berita Terkini

    Selasa, 22 Januari 2019

    Dandim Kebumen Berharap Tanggul Telomoyo Diperbaiki Secara Permanen

    ISTIMEWA
    KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Di tengah masih tingginya intensitas hujan di Kota Beriman, pembuatan tanggul darurat di Kecamatan Adimulyo berkejaran dengan waktu. Oleh sebab itu, pengerjaan tanggul darurat dengan karung berisi pasir itu dikebut.

    Tanggul yang jebol berukuran tinggi 4 meter, panjang 25 meter dan lebar 7 meter. Pengerjaan tanggul darurat menggunakan pasir yang dimasukkan dalam karung diperkirakan membutuhkan waktu selama tiga hari. Ini dimulai pada Minggu (20/1/2019) dan rencana selesai pada hari ini Rabu (22/1). Selain personil TNI, pembetulan tanggul juga dibantu oleh masyarakat Desa Adiluhur, Joho dan Sugihwaras.

    Dandim 0709 Kebumen, Letkol Inf Zamril Philiang saat memimpin kegiatan menyampaikan, Karya Bhakti perbaikan tanggul yang jebol pasca terjadinya bencana banjir 16 Januari 2019 lalu, dilaksanakan dengan pengambilan pasir dari Pantai Bopong.
    Setelah itu kantong-kantong pasir diangkut menggunakan truk dari BPBD Kebumen. Kantong pasir diturunkan dari truk dan kemudian diusung menggunakan grobak agar sampai tujuan. “Setelah itu kantong-kangng ditata dipatok sedemikian rupa untuk membentuk tanggul,” tuturnya.
    Pembetulan tanggul dengan karung pasir, lanjutnya, hanya bersifat sementara. Ini sekedar untuk menambal tanggul yang jebol. Penambalan ini diharapkan dapat mengurangi dampak luapan air sungai, sembari menunggu pembangunan tanggul yang baru.

    Dengan dilaksanakannya Karya bhakti seperti ini diharapkan  akan dapat membantu masyarakat yang mengalami bencana. Selain itu kepedulian TNI untuk membantu pemerintah daerah dalam kehidupan sehari-hari.

    “Kami berharap tanggul sesegera mungkin bisa di perbaiki secara permanen. Karena apabila tidak segera di betulkan sawah akan terendam dan tanaman akan rusak. Akibatnya masyarakat akan gagal panen. Masyarakat khawatir saat ada hujan. Sebeb meski ada hujan sekecil apapun air sungai akan masuk ke sawah bahkan akan menenggelamkan tiga desa yang terisolir  karena tanggul jebol,” ucapnya.

    Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede yang kemarin juga ikut meninjau langsung lokasi, mengatakan hingga saat ini, personel masih dikerahkan untuk membuat tanggul darurat mengantisipasi luapan air.

    "Kita (Polres Kebumen) bersama dengan Kodim 0709 Kebumen sampai saat ini masih kerja bakti memperbaiki tanggul yang jebol. Kita tutup menggunakan karung yang sebelumnya telah diisi pasir laut, yang kita ambil di Pantai Bopong Kecamatan Puring," jelas AKBP Robertho Pardede, Senin (21/1) siang.

    Selanjutnya Camat Adimulyo Heri mengatakan dampak dari tanggul jebol tersebut, sawah Desa Joho diterjang banjir.

    Selanjutnya daerah terparah Desa Sugihwaras, warga harus diungsikan karena rumahnya terendam banjir.

    "Hingga sampai saat ini ada 450 jiwa yang harus dibantu dengan nasi bungkus, karena rumahnya masih terendam banjir di Desa Sugihwaras," katanya. (mam)


    Berita Terbaru :


    Scroll to Top